![]() |
| Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin Berbincang dengan Brigjend TNI Hendrawan S.IP, Tim Wasev TMMD ke-104 dari Mabes TNI AD. Foto US Berita11.com. |
Dompu, Berita11.com— Tim Pengawas dan Evaluasi (Wasev) TNI Manunggal
Membangun Desa (TMMD) ke-104 tahun 2019 dari Mabes TNI AD, Brigjend TNI
Hendrawan, S.IP dan Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin mengingatkan masyarakat
Manggelewa Kabupaten Dompu yang menjadi lokasi sasarn TMMD ke-104 agar
mewaspadai penggunaan media sosial (Medsos) secara berlebihan.
Brigjend TNI Hendrawan, S.IP mengatakan, perkembangan teknologi salah satu
aplikasi Medsos sejatinya memudahkan sistem komunikasi masyarakat. Akan tetapi
di tengah perkembangan itu, muncul permasalahan komunikasi sosial masyarakat
secara langsung. Bahkan saat bertemu, warga bukanya berkomunikasi langsung
namun sibuk memerhatikan gadget atau Ponsel masing-masing.
“Kalau
dulu bisa satu meja bisa komunikasi, kalau sekarang sibuk dengan gadgetnya sendiri. Bahkan sekarang
ini mau berangkat ke mana saja yang dicari Hp,” ujar Hendrawan.
Permasalahan saat ini munculnya gerasi cuek seperti remaja introver. Hal tersebut
harus menjadii perhatian orang tua dengan menghilangkan sekat komunikasi antar
anak dan orang tua.
“Sistem
komunikasi sudah jalan tapi kita terlena, karena di dalam Hp ini sudah muncul
komunikasi, yang parah di dalam Hp
ada permainan. Dengan yang jauh kita dapat komunikasi di Facebook, dengan teman yang jauh kita komunikasi,
tapi yang dekat tidak,”
ujarnya.
Dikatakannya, kondisi dulu dan saat ini berbeda. Bahkan ada guru yang tidak
memberikan catatan kepada siswa, namun menyuruh menyari bahan pelajaran melalui
Hp. Proses
belajar mengajar pun berbeda.
“Pandai-pandailah memilah karena
banyak informasi sesat, belum tentu kebenarannya. Pandai- pandai menggunakan sosial media,
dipilah-pilah.
Mari kita sama-sama,
ketika kita menerima informasi di media sosial, untuk menolak pemberitaan
bohong ataupun
ujaran kebencian, Minimal
bertanya sebelum Anda
sebarkan, agar tidak muncul fitnah dan dosa baru ibu-bapak,” ujar Hendrawan
saat bertatap muka dengan masyarakat Manggelewa di Pasar Desa Lanci Jaya, Kamis
(21/3/2019).
Pati TNI yang pernah bertugas sebagai Satgas Tinombala ini menyarankan agar
masyarakat memanfaatkan kemudahan informasi dan perkembangan IT untuk
mendapatkan informasi bermanfaat seperti cara bertanam yang tepat, cara
berternak ayam broiler maupun hal positif lainnya.
Sementara itu, Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin menyebutkan, terdapat beberapa fenomena sosial yang berkembang di
dalam pemberintaan dan media sosial yang terjadi di tengah masyarakat Dompu
yaitu di Kecamatan Hu’u.
Sebulan terakhir beberapa remaja nekat bunuh diri. Penyebabnya karena
kegagalan komunikasi dengan orang tua dan persoalan asmara. “Dua tahun terakhir ada tujuh orang gadis yang meninggal
bunuh diri, karena masalah asmara dan kegagalan komunikasi dengan orang tua.
Ini menjadi tantangan kita bersama,” katanya.
Selain itu, kata Bupati HBY, beberapa kasus perceraian ditangani Pengadilan
Agama (PA) akibat cinta lama bersemi kembali setelah berkomunikasi melalui Hp.
“Kasus
perceraian akibat rindu melalui Hp. Cinta lama bersemi
kembali lagi melalui media sosial, inilah hal yang terjadi di masyarakat kita,
Masalah komunikasi antarkita.
Rata-rata
kejadian di kamar, orang tua tidak bisa membaca gelagat anaknya,” katanya.
Menurut H Bambang, tidak boleh ada distorsi hubungan antara anak dengan
orang tua atau dengan tetangga. “Kita akan bergerak dan membangun komunikasi dengan orang
tua agar tidak
mis komunikasi, tidak ada distorsi hubungan antara orang tua, anak dan tetangga,” ujarnya. [US]
Komentar