Kota Bima—KoranMbojo: Sejumlah sekolah ramai-ramai mulai
beralih memaksimalkan manfaat teknologi komputer jaringan atau yang kerap
dikenal ICT. Hal yang sama juga mulai dilakukan sekolah favorit di Bima Sekolah
Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Kota Bima.
Kepala SMPN 2
Kota Bima, Drs Jailan, mengaku, penerapan ICT yang ditandai pemasangan jaringan
internet tanpa kabel (wireless hospot) dilakukan setelah pemerintah menekankan evaluasi program sertifikasi melalui Uji
Kompetensi Guru (UKG) beberapa waktu lalu. “UKG beberapa waktu lalu sedikit
tidak menghasilkan output penting termasuk sekolah kami, sehingga kami ingin
memaksimalkan penerapan teknologi komputer jaringan,” katanya di SMPN 2, Kamis.
Mantan Kepala
SMPN 2 Sape Kabupaten Bima ini optimis setelah jaringan hospot di sekolah
dipasang, akan memaksimalkan proses belajar mengajar (KBM). Apalagi tidak hanya
guru yang memanfaatkan fasilitas tersebut, namun juga siswa rata-rata
menggunakan laptop. “Memang untuk mengukur efektivitas perlu penelitian dan
sebagainya, tapi kami sangat yakin dengan memanfaatkan teknologi ini maka
pembelajaran semakin efektif, beda dengan pola konvensional,” katanya.
Soal efek
negatif, seperti penggunaan jaringan
internet untuk browsing situs-situs porno, Jailan yakin seluruh siswa tidak
akan melakukan hal itu. Apalagi seama ini, siswa sekalu dibimbing pembinaan
Keimanan dan Ketakwaan (Imtaq). Kendati demikian, sekolah akan berupaya
maksimal termasuk berkoordinasi dengan orangtua siswa untuk membimbing
anak-anaknya. “Kalau filter melalui aplikasi atau penyaringan konten saya rasa
tidak maksimal, lebih baik menanamkan edukasi kepada anak-anak, mengingatkan
agar tidak menggunakan untuk hal yang berbau negatif, itu lebih efektif karena
ada semacam kesadaran,” katanya.
Dikatakannya,
terlepas dari penyalahgunaan atau dampak negatif, bagaimana pun internet tetap
dibutuhkan guru dan siswa, terutama untuk mencari bahan mengajar atau materi
pelajaran. Menyusul pemasangan jaringan hospot, seluruh guru SMPN 2 sudah
berkomitmen membeli laptop walaupun melalui dukungan koperasi. “Rencananya kami
juga akan menyiapkan LCD (Liquid Cristal Display),
sehingga guru-guru tidak perlu capek menerangkan dengan pola konvensional,
selain itu guru juga bisa memanfaatkan internet untuk memberikan tugas kepada
murid,” katanya.
Jailan
menambahkan, selain memanfaatkan ICT, program lain yang terus digenjot sekolah
setempat meningkatkan mutu guru dan siswa. Dalam waktu beberapa hari lagi, aktivitas
guru dan Kepala Sekolah akan dipindahkan ke lokal baru yang dibangun dari siswa
lebih anggaran rehab laboratorium dan perputakaan. Sebelumnya, beberapa hari
lalu, siswa setempat tercatat sebagai jawara lomba panjat tebing NTB di
Mataram. “Konsentrasi saya saat ini ingin berbuat banyak untuk kemajuan sekolah,
demi kemajuan dunia pendidikan,” ungkap pria yang akan memasuki masa pensiun 7
Oktober 2014 mendatang ini. (KM.01)
Komentar