Dompu, Berita11.com - Porang merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Dompu, Kader Jaelani dan H. Syahrul Parsan ST MT (AKJ-Syah).
Bahkan, program porang sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan disahkan melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 tahun 2021.
Program yang digaungkan dalam JARA PASAKA ini seharusnya sekarang sudah terealisasi, namun faktanya belum juga muncul di permukaan ibarat mimpi di siang bolong yang seolah memberikan harapan palsu.
Ketua Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Pemuda Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Dompu, Arif Wahyudin kepada Berita11.com mengatakan, eksistensi daerah dalam menjalankan program porang dinilai tidak jelas.
"Program porang sudah dituangkan dalam RPJMD dan disahkan melalui Perda, tapi hingga saat ini belum terlihat, saya menilai Pemda Dompu sudah gagal jalani programnya," seruan Arif pada Selasa (22/3) pagi.
Dikatakannya, Pemda melalu Dinas Pertanian dan Perkebunan telah menitipkan anggaran Rp 1 miliar untuk menjalankan program Porang untuk dikelola sebaik mungkin. Namun kepala Dinas juga diduga meragukan akan keberhasilan program tersebut.
"Sekali lagi saya menilai bahwa program Porang dianggap gagal, karena tidak jelas cara pengelolaannya dan hanya sekedar menghambur-hamburkan anggaran daerah saja," ulangi Arif.
Menurut dia, pemerintah daerah jika ingin mencantumkan program kerja harus memiliki landasan yang jelas agar program prioritasnya tidak gagal ketika dijalankan.
"Apalagi, Porang ini bagian dari program yang baru dan sebagian besar masyarakat Kabupaten Dompu belum paham secara utuh untuk membudidayakannya," tandasnya.
Arif berpendapat, program Jagung, Porang, Padi, Sapi dan Ikan yang disingkat JARA PASAKA dengan notabenenya untuk mewujudkan Dompu yang Mandiri, Sejahtera, Unggul dan Religius (Mashur) ini, dinilai mandek.
"Bukan hanya Porang, hampir semua program JARA PASAKA hingga saat ini belum ada yang terealisasi dan bisa saja mengalami gagal total," pungkas Arif. [B-10]