Dompu, Berita11.com - Kepolisian Resort Dompu berhasil meringkus 13 terduga pelaku perusakan rumah beserta sejumlah perabotan milik Kepala Desa (Kades) Riwo, Kecamatan Woja pada Rabu (5/1/2022) kemarin.
Tak hanya perusakan rumah, beberapa orang di antaranya termasuk Wakil Ketua Badan Pemberdayaan Desa (BPD) setempat diduga memukul Kades Arifin.
Hal itu disampaikan Kades sendiri saat berada di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPM-PD) Kabupaten Dompu pada Kamis (6/1) siang.
Menurutnya, insiden pemukulan dan penyerangan rumah hingga pengrusakan sejumlah perabotan rumahnya itu terjadi pada Jumat (31/12/2021) lalu, sekira pukul 23.30 Wita.
Akibatnya, Arifin melaporkan hal itu ke Mapolres Dompu pada malam itu juga bertepatan dengan malam pergantian tahun baru 2022.
Adanya insiden itu, dipicu lantaran Kades bersama Ketua BPD dan Sekretaris beserta aparat desa lainnya membuka kantor desa yang disegel oleh massa demonstrasi saat berorasi pada Jumat (31/12/21) pagi.
Kades masuk ke dalam kantor desa dengan tujuan ingin mengambil hasil rapat koordinasi (Rakor) tentang percepatan Covid-19 sekaligus melihat CCTV terkait aksi massa yang berorasi pada Jumat pagi.
"Saya sengaja buka kantor karena hasil Rakor tentang percepatan Covid-19 ada di dalam, dan ingin melihat hasil rekaman CCTV tentang aksi demo mereka," jelas Kades.
Usai mengambil berkas tersebut, Kades beserta anggotanya keluar dan menyegel kembali kantor desa seperti semula, namun hendak keluar, ternyata sudah ada belasan orang yang berdiri menunggu di luar pagar.
Ketika keluar dari Kantor Desa, Arifin disodorkan dengan satu pertanyaan yang dilontarkan oleh salah satu massa aksi yakni Adol, "Pak Kades, siapa yang menyuruh buka segel" kurang lebih seperti itu pertanyaan si Adol dengan nada yang sedikit tinggi dan keras.
Mendengar pertanyaan itu, Kades menjawab "Ingin mengambil hasil Rakor Covid-19 dan cek CCTV" kemudian Adol mendorong dan tiba-tiba masuk wakil ketua BPD dan ikut mendorong sambil memukul Kades.
"Kebetulan saat itu, ada anak saya di samping saya, takutnya anak saya juga dihajar akhirnya saya balik, taunya saya dipukul dari belakang, anak saya pukul balik, lalu wakil ketua BPD mengambil kayu dan ingin menyerang anak saya," cerita Kades.
"Begitu dia ayunkan kayu, saya langsung tangkis dan membuang kayunya. Karena kondisi semakin gawat akhirnya anak saya bersama satu orang lainnya lari," sambung Kades.
Rupanya peristiwa itu tidak sampai disitu saja, ketika Kades baru saja sampai di rumahnya, tiba-tiba terdengar ada teriakan warga yang mencari anak Kades atas nama Wawan.
"Sampai mereka ke rumah, dia merusak perabotan dan sebagainya, tiga kaca jendela pecah, satu daun pintu rusak. Malam itu, ada tiga kali penyerangan rumah saya. Mungkin sampai satu mobil batu di rumah saya itu," ungkap Kades.
Sekira pukul 12 lewat (tengah malam) datang anggota Kepolisian Sektor Woja yang sebelumnya telah dikontak oleh Kades Riwo. Karena merasa terancam dia langsung mengamankan diri dan menuju Polres Dompu guna memberikan laporan.
Berangkat dari persoalan itu, bahwa kemarahan warga akibat buntut dari banyaknya pekerjaan pembangunan fisik yang dinilai tidak mampu dituntaskan hingga mengarah dugaan penyelewengan anggaran, sebagaimana yang disuarakan oleh massa aksi dari LSM LERA dan warga desa setempat pada Rabu (5/1/22) kemarin.
"Orang-orang itu, (massa aksi, red) tidak pernah menyampaikan secara langsung keluhannya terhadap saya dan saya sudah sampaikan secara gentle kepada mereka dan semuanya akan saya selesaikan," terangnya.
Ditanya soal pembayaran gaji perangkat Desa, Poskesdes maupun untuk pembayaran lainnya, Kades mengakui memang belum dibayarkan dan rencananya akan dibagikan pada pekan depan.
"Memang itu belum, rencananya Minggu depan saya akan bagikan, ini uangnya masih ditentang oleh bendahara," pungkasnya. [B-10]