Bima, Berita11.com— Pernyataan TGH Muhammad Zainul Majdi MA atau Tuan
Guru Bajang (TGB) yang mendukung Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden
Indonesia tahun 2019 membuat kecewa sejumlah pihak, termasuk sejumlah ulama,
para aktivis dan politisi di Bima.
Salah satu yang mengungkap kekecewaan itu adalah Forum Umat Islam (FUI)
Bima dan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Ketua FUI Bima, Ustadz Asikin bin Mansyur mengatakan bahwa pernyataan
dukungan TGB merupakan kepentingan sesaat dan pernyataan itu tidak mencerminkan
hati umat Islam. “Seharusnya beliau bersama umat Islam sehingga nama beliau
sudah dicoret dari dukungan persatuan alumni 212. Sebenarnya sikap TGB ini
merugikan beliau itu sendiri,” ujar Ustadz Asikin ketika dihubungi melalui Ponsel,
belum lama ini.
Menurutnya, pernyataan dukungan yang diutarakan TGB adalah pengorbanan
yang berat untuk umat Islam. “Kalau
kecewa sudah pasti semua kecewa karena beliau adalah tokoh umat Islam tingkat
nasional yang sudah dikenal luas,” katanya.
Di luar pencoretan TGB sebagai Capres yang didukung Persatuan Alumni 212,
Ustadz Asikin mengharapkan lahirnya pemimpin di Indonesia yang mencintai
rakyat, tidak hanya mengungkapkan berbagai janji.
“Banyak pemimpin memberi janji namun ketika memimpin tidak
melaksanakannnya. Harapannya lahir pemimpin yang memahami agama terutama
memahami Islam,” katanya.
Hal yang sama diungkapkan sejumlah pengurus
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Bima dan Ketua PAN Kabupaten Bima, Muhammad
Aminurllah.
"Pastilah kecewa karena dia sebagai ulama. Itu kepentingan sesaat," ujar Maman, sapaan akrab Muhammad Aminurllah ketika dihubungi melalui Ponsel. [US]
Komentar