Bima. Berita 11 com - Wacana mengenai SMKN yang "gagal menciptakan sekolah terbuka" tampaknya merujuk pada tantangan implementasi program SMK Terbuka atau kegagalan sistemik yang berdampak pada akses pendidikan.
Program SMK Terbuka, yang diinisiasi untuk melayani siswa dengan kondisi khusus (bekerja/keterbatasan biaya) melalui sekolah induk, sering kali menghadapi kendala. Meskipun ada inisiatif seperti penetapan 12 SMK Terbuka di NTB tahun 2024 untuk mengurangi angka putus sekolah. Seperti yang terjadi di SMKN 1 Soromandi Kabupaten Bima-NTB. Sebanyak kurang lebih 70 murid yang sudah berstatus siswa - siswi di sekolah setempat, kini terancam gagal. Sekolah terbuka di tempat kami masih terkendala payung hukum untuk ijin operasional, sehingga proses belajar mengajar tidak bisa dilakukan, " ujar PLT SMKN 1 Soromandi, Adhar saat ditemui di ruangannya pada Kamis, 30 April 2026.
Menurut Adhar, pihaknya sebelumnya sudah melakukan pertemuan dengan sejumlah siswa tersebut disekolah setempat, dan kini statusnya sudah kelas 2. Namun kendala biaya operasional (Dana Bos) tidak bisa di ajukan sehingga tidak bisa dilanjutkan, " kami sebelumnya juga sudah menggandeng pihak mitra untuk tempat magang sejumlah siswa tersebut, namun tidak mampu kami jalankan program sekolah karena kendala operasional, " katanya.
Terkait masalah tersebut, kami sudah lakukan koordinasi dengan pihak Dikbud propinsi NTB dan saat ini sedang dicarikan solusinya, " dari petunjuk pihak Dikbud propinsi, untuk tahap satu ini sekolah terbuka jangan dulu di aktifkan sembari menunggu kelengkapan segala administrasi sesuai ketentuan yang ada, " tuturnya.
Adhar berharap semoga segala syarat administrasi sekolah terbuka ditempatnya cepat terlengkapi sehingga tahun depan proses belajar mengajar bisa berjalan dengan baik dalam mendidik generasi muda yang saat ini putus sekolah. Sekolah terbuka yang dikelolah oleh pihaknya tersebut merupakan sekolah dengan kejujuran Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) yaitu jurusan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang mempelajari perawatan, perbaikan, serta manajemen bisnis sepeda motor. Jurusan ini berfokus pada teknologi otomotif roda dua dan memberikan keterampilan teknis serta wirausaha di bidang otomotif, tandasnya (B-007)
Komentar