Bima., Berita 11 com - Saluran irigasi Dam primer Ncanga Kai Desa Tambe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima-NTB. Semula tersumbat oleh tumpukan keramba ikan Air tawar milik masyarakat desa tambe, seperti diberitakan oleh Media 11 com sebelumnya. Sore ini (Sabtu red) Dinas PUPR Kabupaten Bima ikut Carikan Solusi dengan langsung turunkan eksavator dilokasi untuk membersihkan sisa keramba ikan serta pengangkatan desimentasi/Lumpur.
Kegiatan pembersihan tersebut merupakan reaksi cepat dari pihak PUPR Kabupaten Bima-NTB, mengingat adanya desakan dari masyarakat petani yang saat ini sangat membutuhkan air untuk mendukung proses lahan pertanian. " Kendati persoalan ini menjadi tanggungjawab pihak Balai Pengelola Sumber Daya Air (BPSDA) wilayah Sumbawa bagian timur Prov NTB. Namun kami talangi dulu sementara agar persoalan petani Desa Timu ini cepat terselesaikan dengan urusan macetnya pengairan, " ujar Kabid Pengairan PUPR Kabupaten Bima. Sabtu, 07 April 2025.
Menurut Edi, kebutuhan petani memang harus di perhatikan, salah satunya persoalan air, hal ini juga guna mendukung program ketahanan pangan nasional saat ini. Untuk itu, meskipun masalah irigasi yang bermasalah bukan tugas wajib pihaknya, mau ta mau demi kepentingan petani kabupaten Bima harus ikut membantu mencari solusi terbaik demi kebutuhan masyarakat.
" Yang punya gawe pihak BPSDA Prov NTB, adapun kami hadir dalam masalah ini sifatnya hanya membantu, karena setahu kami kondisi BPSDA saat ini belum memiliki anggaran. Semoga kedepannya pekerjaan awal ini bisa dilanjutkan oleh pihak BPSDA Prov NTB, " harap Edi.
Sementara Kepala Balai Pengelola Sumber Daya Air (BPSDA) wilayah sumbawa bagian timur Prov NTB, Amrin ST, di tempat terpisah membenarkan adanya kegiatan pembersihan dilokasi irigasi Dam primer Ncanga Kai Desa Tambe, kata Amrin alat berat (eksavator) dan sejumlah truk pengangkut material di hadirkan kelokasi pengerukan, merupakan alat yang diperbantukan sementara oleh pihak PUPR Kabupaten Bima.
" Alhamdulillah alat berat sore ini (Sabtu, 06 April red) sudah ada alat untuk melakukan pengerukan dan pembersihan saluran irigasi yang tersumbat dari tumpukan keramba ikan serta desimentasi yang tebal. Nanti kami akan lanjutkan pekerjaan itu, setelah memiliki anggaran tersendiri, Hal ini guna menjawab dan memenuhi permintaan sejumlah petani Desa Timu sebelumnya," ujar Amrin melalui via telephon.
Amrin juga mengatakan, bahwa persoalan aliran sungai dan irigasi tidak saja hanya tahun ini menjadi masalah, namun dari tahun tahun sebelumnya sudah menjadi atensi pihaknya untuk dilakukan perbaikan dan pemeliharaan. " Persoalan ini tidak saja menjadi polemik saat ini, namun sudah kita agendakan dari tahun tahun sebelumnya, namun lagi lagi kami terkendala anggaran, " katanya.
Untuk mewujudkan harapannya itu, lanjut Amrin, dalam waktu tidak lama ini dirinya akan menghadap Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, untuk melaporkan serta membahas persoalan yang ada," diwaktu yang tidak lama ini, saya akan menghadap Gubernur dan Wakil Gubernur, semoga ada solusinya untuk siapkan alokasi anggaran, sebab, tidak saja persoalan irigasi yang diperbaiki, ada beberapa Dam juga yang menjadi prioritas kami untuk dilakukan pemeliharaan di wilayah kabupaten Bima, seperti Dam Sape, Dam Sila dan Dam yang ada di wilayah Kecamatan Madapangga," terangnya.
Sebelumnya, puluhan perwakilan kelompok tani Desa Timu datang kelokasi irigasi untuk melakukan protes kepada pemerintah Desa Tambe, Karena di anggap sebagai pemicu adanya tambak ikan tersebut. Aksi protes dari sejumlah petani tersebut juga berdampak pada adanya rencana aksi blokir jalan bila tidak di Carikan solusinya. (B-07)
Komentar