Kondisi PDAM Kecamatan Bolo Kabupaten Bima-NTB. Foto (ORI)
Bima. Berita 11 com - Ironis, keberadaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang berada di kecamatan Bolo, Kabupaten Bima-NTB.Kerap dilupakan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) sehingga suplai air oleh di PDAM setempat tidak maksimal. Imbasnya, sering menjadi Komplain bagi pelanggan dan juga mendapat aksi protes dari masyarakat setempat.
Bima. Berita 11 com - Ironis, keberadaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang berada di kecamatan Bolo, Kabupaten Bima-NTB.Kerap dilupakan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) sehingga suplai air oleh di PDAM setempat tidak maksimal. Imbasnya, sering menjadi Komplain bagi pelanggan dan juga mendapat aksi protes dari masyarakat setempat.
PDAM setempat rupanya sudah berjalan puluhan tahun, namun belum pernah dilakukan peremajaan jaringan air (pipa) sehingga hampir 70 porsen jaringan tersebut mengalami kerusakan parah. Tidak saja itu, pompa air PDAM juga menjadi hambatan karena sering rusak ditambah lagi dengan persoalan biaya listrik yang begitu besar.
" Kami sudah lelah mengelolah PDAM ini, hampir setiap bulan kami selalu dihadapkan dengan berbagai persoalan, belum lagi kami dihadapkan konsumen yang menunggak bayar iuran air, kalau begini terus lebih baik PDAM di Bolo ini " bubarkan saja" , ujar Rudi selaku penanggungjawab PDAM setempat saat di temui oleh awak media berita 11 com pada Kamis (7/5/2026) di kantornya.
Rudi yang didampingi oleh juru tagihnya menjelaskan, bahwa biaya perbaikan kerusakan dan biaya listrik tidak seimbang dengan pendapatan yang dihasilkan dari penagihan kepada konsumen. " Selama ini biaya penarikan iuran kepada konsumen tidak seimbang dengan biaya operasional dikeluarkan untuk perbaikan kerusakan dan biaya beban listrik, untuk biaya listrik nya saja dalam kurung waktu Empat hari senilai Rp.
1.000.000.00 (Satu Juta rupiah) bahkan untuk perbaikan pipa jaringan yang sering bocor, saya sendiri turun lokasi untuk menutupnya dengan cara diikat mengunakan karet ban," ujarnya.
Selain, itu, Lanjut Rudi, PDAM dalam Empat bulan terakhir tidak bisa melakukan operasi penyaluran air, lantaran mesin pompa air rusak total, dan baru bulan ini (mei red) dirinya telah mengati pompa air, " barusan kami ganti pompa airnya, itupun harus menguras Saldo hasil penagihan, bayangkan saja harganya mesinnya tidak murah, mencapai 20 lebih juta, " katanya.
Selain persoalan tersebut, sambung Rudi, dirinya sudah bekerja selama Empat tahun ini belum pernah merasakan adanya gaji ataupun insentif dari perusahaan, " benar - benar PDAM ini sangat minus untuk dikelolah, gaji saya saja selama Empat tahun ini belum terbayarkan oleh perusahaan, bahkan saya hanya mendapatkan capeknya saja, karena selalu dihadapkan dengan persoalan bocornya pipa, terpaksa saya harus mengakalinya dengan segala cara dengan modal sendiri, " ujarnya lagi.
Rudi tidak pungki adanya bantuan dari Pemerintah Daerah (Pemda) dalam hal ini Bupati Bima telah berikan biaya untuk bayar listrik senilai satu Juta, baru baru ini, selama PDAM beroperasi kami baru mendapatkan suntikan dana dari Bupati Bima, itupun senilai satu juta, dan kami gunakan untuk menutupi biaya listrik, dengan harapan air bisa mengalir ke rumah rumah konsumen, kalau tidak dibayar pasti pihak PLN langsung datang menyegel meteran seperti biasanya, " katanya.
Selaku penanggungjawab, Rudi sangat berharap adanya dukungan dana dari Pemda demi kelanjutan operasional PDAM di wilayah Kecamatan Bolo." Kalaupun tidak ada perhatian serius dari pemerintah untuk kelangsungan operasional PDAM ini, lebih baik " dibubarkan" saja dari pada segala urusannya kami yang bekerja disini yang menanggung, " ujarnya tegas.
Berdasarkan informasi yang diperoleh oleh Media 11 com, PDAM wilayah kecamatan Bolo berdiri sudah puluhan tahun lamanya dengan langganan pemakai secara umum sebanyak 170 konsumen dan yang masih aktif hingga saat ini sebanyak 120 konsumen. Dengan Kondisi PDAM tampa memiliki meteran air. Sehingga penagihan biaya di rata samakan kesemua konsumen senilai Rp 50 ribu rupiah. (B-007)
Komentar