![]() |
| Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bima, Drs H Mahfud M.Pd. |
Kota Bima, Berita11.com— Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota
Bima mengembangkan perpustakaan berbasis inklusi sosial, sebagaimana yang
menjadi program Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Kepala DPAD Kota Bima, Drs H Mahfud M.Pd melalui Kasi Pengembangan dan
Pembinaan Tenaga Pengelola Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah
Kota Bima, Edi Sutrisno SE menjelaskan, perpustakan inklusi sosial adalah
sebuah terobosan bagaimana kegiatan membaca berdampak terhadap masyarakat,
terutama pada pembaca dalam mewujudkan kesejahteraan.
Ia mencontohkan, inovasi bidang pertanian yang bisa diterapkan dari hasil
kegiatan literasi. “Ada inovasi di bidang pertanian yang bisa diterapkan. Kalau
di bidang perdagangan, bisnis apa yang lagi trend? Jadi, tingkat nasional lagi
gerakan bersama. Kalau kita anggarannya tepat, kita bisa akselerasi lebih
cepat, akselerasi ini kan harus semua fasilitas dan anggaran,” katanya di DPAD
Kota Bima di Kelurahan Monggonao Kota Bima, Kamis (24/10/2019).
Dikatakan Edi, untuk mendukung program perpustakaan berbasis inklusi
sosial, DPAD Kota Bima bersinergi dan melibatkan berbagai pihak seperti
perpustakaan kelurahan dan masyarakat sipil (LSM). Semua pihak bisa terlibat
pada forum untuk mewujdkan inklusi sosial. “Nanti forum dengan masyarakat,
inklusi sosial itu. Jadi, basisnya kesejahteraan masyarkat,” katanya.
Untuk mempercepat program perpustakaan berbasis inklusi sosial tersebut,
DPAD Kota
Bima juga berkolaborasi dengan mahasiswa. Salah satu pertimbangan
utama karena mahasiswa merupakan kelompok intelektual yang dapat menggerakan
masyarakat pada arah positif.
“Kalau dengan masyarakat Kota Bima hampir kelurahan semua ada bantuan. Semua sudah punya (program
perpustakaan), kemudian dengan beberapa komunitas kita jalin kerja sama.
Kemudian pelayanan umum sepertit Puskesmas sudah kita titip buku. Sebenarnya
yang lebih progresive itu mahasiswa. Karena mereka calon intelektual, termasuk
juga nanti kita jadikan penggerak,” katanya.
Pada sisi pelayanan, DPAD terus membenahi kualitas layanan. Saat ini dinas
setempat menerapkan integrated library sistem, yaitu sistem informasi dalam
bentuk aplikasi berbasis OS Windows. Pendataan bahan bacaan dan anggota
perpusatakaan dilakukan melalui sistem informasi.[US]
Komentar