![]() |
| Karena Krisis Air Bersih, Warga di Kabupaten Bima Terpaksa Mengonsumsi Air Kotor di Kubangan. |
Bima, Berita11.com— Memasuki pertengahan September 2017, sejumlah kecamatan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terancam dilanda kekeringan. Hal itu juga berdampak terhadap stok air bersih.
Data BMKG, derdasarkan data curah hujan dan kondisi dinamika atmosfer
hingga dasarian I September 2017 terpantau seluruh wilayah NTB masih berada
pada periode musim kemarau.
Angin timuran di wilayah NTB nampak cukup stabil. Suhu Muka Laut
di perairan NTB menunjukan kondisi netral hingga anomalI positif. ENSO berada
pada kondisi Netral dan pergerakan Madden Jullian Oscillation (MJO) saat ini
tidak aktif, berada di kuadran 4 (Benua Maritim). Kondisi – kondisi tersebut
diatas mengakibatkan berkurangnya curah hujan di wilayah NTB.
Sementara itu, probabilitas curah hujan dasarian II September 2017,
peluang curah hujan pada dasarian II September 2017 umumnya <20 80-90="" besar="" dengan="" di="" mm="" ntb="" o:p="" peluang="" persen.="" sebagian="">20>
Akibat kondisi tersebut, dengan kembali normalnya musim kemarau
dan semakin rendahnya peluang curah hujan di hampir seluruh wilayah NTB, perlu
diperhatikan ketersediaan air bersih dan kebutuhan air tanaman khususnya bagi
lahan pertanian tadah hujan.
Stasiun Klimatologi BMKG mengingatkan tentang potensi kekeringan di daerah yang yang tidak hujan > 60 hari berturut-turut di Kabupaten Bima : Palibelo (64 hari), Sanggar 64 hari), Wawo (75 hari), Soromandi (88 hari) ; Kabupaten Dompu : Pajo (89 hari); Kota Bima : Asakota (66 hari) ; Lombok Timur : Sambelia ( 126 hari), Pringgabaya (64 hari), Labuhan Haji (63 hari); Kabupaten Lombok Utara : Gangga (75 hari), Pemenang (76 hari), Tanjung (81 hari), Bayan (62 hari), Kayangan (62 hari); Kabupaten Sumbawa : Labuhan badas (104 hari), Rhee (64), Alas Barat (63), Lape (63), Orong Telu (62 hari), Alas (62 hari), Sumbawa (62 hari), Moyohulu (62 hari), Moyo Utara (62 hari), Sumbawa (62 hari), Utan (62 hari); Kabupaten Lombok Barat : Sekotong (62 hari), Lingsar (62 hari) ; Kota Mataram : Selaparang (62 hari). (AN)
Komentar