Secara
nasional literasi di Indonesia memang masih rendah karena budaya baca
masyarakat yang tak sebanding perkembangan teknologi. Namun Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten
Bima memiliki seabrek program untuk mendorong budaya membaca dan menulis
masyarakat. Mulai dari penyiapan fasilitas gratis, suvenir hingga kunjungan
langsung sampai lereng Gunung Tambora. Catatan Fachrunnas.
Tak ada yang spesial dengan pemandangan di jalan Seokarno-Hatta Kota
Bima sekitar Paruga Convention Hall dibandingkan hari-hari sebelumnya. Di belakang
bangunan yang dulu dikenal sebagai Paruga Nae Bima itu berdiri beberapa
bangunan mulai dari sekretariat paguyuban wartawan di Bima, Mbojo Journalist
Club (MJC), Sekretariat Dewan Kesenian Kota Bima hingga kantor Gabungan
Organisasi Wanita Kota Bima.
Tak jauh dari deretan itu, sebuah bangunan yang lebih besar dari kantor-kantor
lain di sekitarnya menjadi bangunan pertama yang menyambut siapa saja pengendara
jika melewati jalan masuk di samping Paruga Nae Convention Hall. Dari luar
beberapa kendaraan terparkir rapi dan sebuah papan tertulis Dinas Perpustakaan
dan Arsip Kabupaten Bima.
Di dalam ruangan itu, tumpukan buku tertata rapi di rak-rak dan
etalase. Tak jauh dari pintu utama, sebuah pembatas khusus yang diisi oleh dua petugas
menjadi penanda sebagai beranda kantor. Beberapa pegawai tampak sibuk dengan
tugas masing-masing.
Ternyata meskipun baru seumur jagung naik status dari kantor menjadi
Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten
Bima adalah SKPD yang memiliki banyak program
strategis. Bahkan setelah beberapa pekan terbentuk, DPA Kabupaten Bima
meluncurkan call center/ hallo perpustakaan serta layanan keliling.
Baca juga
Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten
Bima, Basyirun, M.Pd menyebut, selain
program hallo perpustakaan atau delivery, dinas setempat juga rutin
melaksanakan program perpustakaan keliling. Jangkauan yang tak hanya wilayah
sekitar ibukota namun hingga desa-desa di lereng Gunung Tambora. “Target utama
kita bagaimana mendorong perpustakaan kantor desa dan sekolah. Kami jalan
hingga Tambora,” ujar Basyirun kepada Berita11.com di DPA Kabupaten Bima, Rabu
(6/9/2017).
Menurut mantan Kepala Seksi Kurikulum Dinas Dikpora Kabupaten Bima
ini, sebenarnya pengembangan program Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten
Bima masih memiliki kendala terutama kantor yang masih berdiri di Kota Bima. Namun
itu tak membuat pegawai dan pejabat di dinas setempat patah semangat.
“Memang kendalanya karena lokasi kantor yang masih di kota. Terpenting
itu bukan fisik (kantor) tapi yang kita dorong itu apa yang ada di dalamnya
berbagai programnya. Tak masalah walaupun (bangunan) kantor terbatas,” katanya.
Mendorong Peran Komunitas
Mendorong Peran Komunitas
Meskipun secara nasional tingkat literasi masyarakat Indonesia masih
terbilang rendah. Namun di Kabupaten Bima masih terbilang lebih baik. Beberapa komunitas
baca berdiri di tengah masyarakat. Hal itu juga didukung oleh pegiat yang terus
mendorong minat baca masyarakat
menyiapkan perpustakaan sederhana secara keliling seperti yang dilakukan
anggota Polsek Donggo, Bripda Rivaldi dan pengelola perpustakaan mandiri di
Kecamatan Sape.
“Kita juga sudah mendorong lahirnya kelompok kita di kecamatan dan
desa-desa. Kelompok-kelompok baca masyarakat sudah banyak yang berdiri
sekarang. Kita berikan reward, Library Award kepada masyarkaat yang gigih
memperjuangkan perpustakaan secara mandiri seperti di Sape,” katanya.
Basyirun menyebut, sedikitnya ada lima komunitas baca yang berdiri di
tengah masyarakat di Kabupaten Bima. mereka gigih mendorong minat baca anak,
remaja hingga masyarakat umum. Kelompok-kelompok
itu yang terus didorong oleh dinas.
Pada sisi lain Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Bima juga
menyiapkan layanan spot perpustakaan mini di dua tempat strategis yang sering
dikunjungi masyarakat yaitu di pendopo Bupati Bima dan pendopo Wakil Bupati Bima. Pertimbangannya
karena dua tempat itu menjadi titik konsentrasi masyarakat yang ingin
bersilaturahmi dengan kepala daerah dan wakil kepala daerah.
“Banyak di sana masyarakat yang datang untuk bersilaturahmi dengan Bupati.
Jadi sambil menunggu antreanya bisa sambil baca. Sebelumnya sudah kita survei,”
ujar Basyirun.
Selain menyiapkan dua spot perpustakaan mini, ke depan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Bima mendorong setiap sentra pelayanan publik memiliki perpustakan mini. Setiap SKPD didorong agar memiliki perpustakaan mini seperti pojok baca. Untuk mendukung program itu, dinas setempat sudah melaksanakan konsultasi dengan Bagian Hukum Setda Kabupaten Bima menyiapkan Peraturan Dearah (Perda) khusus yang menekankan setiap sarana publik memiliki perpustakaan mini.
“Setiap instansi itu harus ada, kemudian di kantor-kantor kepolisian. Selama
ini pemerintah desa dan sekolah yang sudah kita dorong, sentra-sentra pelayanan
publik itu harus ada perpustakaan mininya. Kendalanya kita selama ini memang Perdanya.
Tapi kami sudah konsultasi dengan Bagian Hukum,” kata Basyirun.
Pada masa mendatang, pengembangan layanan DPA tak hanya pada perpustakaan keliling dan call center. Namun juga menyiapkan konten yang
berbeda berbasis IT. Untuk mendukung itu, dinas setempat sudah mendapatkan
jalinan kerjasama dengan Coca-Cola Fundation melalui program Perpuseru.
“Antara lain faslitas ini berbasis pelayanan IT. Sekarang jamannya
orang sudah jamannya memanfaatkan teknologi. Nanti ada E-Bima semua informasi
tentang Bima itu ada dalam E-Bima, digital library dalam kontenya,” katanya.
Selain itu, sebut Basyirun, DPA Kabupaten Bima juga akan menyiapkan
ruangan khusus anak sehingga ibu rumah tangga bisa menitipkan anak mereka untuk
bermain dan membaca di perpustakaan. Selama ini layanan delivery order yang
sudah dilancurkan dinas setempat sudah melayanani pembaca di wilayah Kota Bima
dan Kabupaten Bima seperti di KFC. Layanan Dinas Perpustakaan dan Arsip
Kabupaten Bima tak hanya terbatas karena masalah wilayah. Bahkan banyak
pengunjung di perpustakaan setempat yang berasal dari Kota Bima.
Laptop untuk Mahasiswa dan Suvenir untuk Pengunjung
Pada sisi lain, untuk mendorong angka kunjungan DPA Kabupaten Bima
juga sudah menjalin kerjasama dengan sejumlah kampus di Kota Bima dan Kabupaten
Bima serta tim penggerak PKK. Untuk meningkatkan minat pengunjung, dinas juga
menyipkan fasilitas Wi-Fi gratis dan laptop yang bisa digunakan mahasiswa untuk
mengerjakan tugas kuliah maupun skripsi.
“Kita juga sudah siapkan laptop untuk pembaca. Jadi mahasiswa yang
ingin mengerjakan PR atau tugas bisa di sini, Wi-Fi gratis. Kalau mahasiswa yang
sedang skripsi bebas pinjam, tinggal datang saja, duduk manis saja. Program kami
dengan kampus juga kalau ada kegiatan pegabdian untuk masyarakat,” sebut Basyirun.
Selain menyiapkan pojok untuk buku-buku yang berisi tentang konten
Bima di perpustakaan setempat, DPA juga akan mendorong penulis dan pengarang lokal
melahirkan banyak karya. Dinas setempat siap membiayai penulis lokal sehingga
konten di perpustakaan tak hanya buku dari luar daerah. Namun juga dihasilkan
penulis lokal.
“Saya juga ingin mengubah perpustakaan, bukan hanya menyiapkan buku tapi ada program
lain transformasi perpustakaan dari yang biasa saja menjadi banyak kegitaan
antara lain kegiatan-kegiatan itu dipusatkan di perpustakaan seperti pelatihan
dan kursus. Mengelola perpustakaan dengan baik, pelayanannya sesuai standar
nasional dan sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Basyirun.
Ada banyak keuntungan masyarakat jika mengunjungi Perpustakaan
Kabupaten Bima. selain mengasah literasi, mahasiswa atau masyarakat yang
intensitas kunjungan paling banyak akan diberikan suvernir khusus karena DPA
menyiapkan perpus poin yang akan diserahkan pada saat hari ulang tahun Provinsi
NTB atau setiap 17 Agustus. Pada masa mendatang dinas juga akan menyiapkan
berbagai lomba. (*)
Komentar