![]() |
| Aktivitas Belajar Mengajar di SDN 1 Melayu Kota Bima. Foto US Berita11.com |
Bima,
Berita11.com— Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bima, Drs H
Mustahid, MM menyerukan seluruh anggota legislatif di seluruh Provinsi NTB dari
PKB menolak Full Day School (FDS).
Mustahid
menilai FDS merupakan langkah mundur bagi dunia pendidikan di Indonesia. Untuk itu,
mewakili PKB di Kabupaten Bima ia meminta pemerintah membatalkan program
tersebut.
“Full Day School
ini terlalu dipaksakan dan dapat mengganggu tradisi yang telah dilaksanakan
selama berpuluh puluh tahun oleh ulama,” katanya kepada Berita11.com melalui
layanan pesan WhatshApp, Rabu (9/8/2017).
Menurut mantan
bos Lombok Pos di Bima ini, FDS dapat merusak sendi pendidikan kerakyatan
melalui madrasah diniyah yang merupakan titik awal pembentukan karakter
generasi penerus bangsa.
Mustahid
mencontohkan, pada masa penjajahan saja, snouck hurgronje selalu berkompromi
dengan para ulama dalam memutuskan kebijakan kebijakan pada saat itu. “Janganlah
merusak tradisi yg sudah dibangun oleh para ulama ini,” katanya.
Dikatakannya,
kualitas pendidikan tidak ditentukan dari lamanya anak didik di sekolah. Contohnya
Finlandia jam pendidikan di sekolah
sangat singkat namun kualitas pendidikan di sana jauh lebih unggul dri negara
negara lain termasuk indonesia.
Selain itu, FDS
tidak memberi ruang kepada anak didik untuk mengembangkan diri melalui
pendidikan nonformal di luar sekolah. Padahal pendidikan nonformal di luar
sekolah, maka hasil nyata dari pendidikan
dapat terlihat.
“Oleh sebab
itu saya menyerukan kepada seluruh anggota DPRD PKB se-Nusa Tenggara Barat
untuk lebih agresif menolak kebijakan FDS ini,” katanya. (US)
Komentar