![]() |
| Ruangan Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Raba Bima/ Ilustrasi. |
Kota Bima, Berita11.com—
Hingga kini Kejaksaan Negeri (Kejari) Raba Bima masih menggenjot sejumlah kasus
kakap. Beberapa diantaranya merupakan kasus lama. Korps Adiyaksa menargetkan
zero tunggakan pada tahun 2018 mendatang.
Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan
Negeri Raba Bima, Yoga Sukmana SH menyebut, sejumlah kasus kakap yang masih
menjadi atensi Kejari setempat yaitu pengembangan kasus kopi Tambora, kasus
Satuan Pol PP Kabupaten Bima, kasus SMAN 5 Kota Bima, kasus Prona dan
sertifikasi guru.
“Pol PP, SMA 5 dan kasus
kopi Tambora. Kita masih penyidikan, lengkap baru pemberkasan karena saksinya
kita estafet terus banyak. Kita mulai dari nol lagi saksi untuk yang kopi
Tambora. Untuk kasusnya terpisah banyak saksi, masih dalam proses pemeriksaan
saksi. Karena spilt kasus yang lama Suparno dan Syarifuddin,” sebut Yoga di
Kejari Raba Bima, Kamis (24/8/2017).
Menurut Yoga, Kejari
Raba Bima terus berupaya menggenjot penyelesaian seluruh kasus terutama untuk
yang skala besar. Hanya saja ada beberapa kendala yang dihadapi termasuk
kekurangan personil. Hingga kini Seksi Pidsus hanya memiliki dua personil.
“Memang personil
terbatas, tapi bagaimana pun kita jalan. Anggota tim juga sedikit terbagi
dengan beberapa perkara Pidum. Harus berjalan walaupun demikian. Kalau yang Pol PP pengembangan semua. Belum setahun
tetap kita proses, empat perkara sudah kita naikkan seperti Prona dan
sertifikat tetap estafet. Kita semaksimal mungkin,” katanya. (US)
Komentar