![]() |
| Setiap Hari Pelajar di Desa Doridungga Jalan Kaki Hingga Satu Kilometer untuk Mengambil Air. |
Bima, Berita11.com— Hingga kini berbagai rencana Pemerintah
Kabupaten Bima untuk mengatasi krisis air bersih di sejumlah desa termasuk di
Desa Doridungga Kecamatan Donggo belum terwujud. Namun kini masyarakat desa
setempat boleh mulai tersenyum karena Pemerintah Provinsi NTB menyiapkan armada
mobil tangki.
Soal rencana Pemrov NTB memberikan bantuan pinjam pakai
mobil tangki disampaikan Kepala Desa Doridungga, Adhar SPd. Sesuai isyarat Pemrov NTB, mobil itu tinggal
diambil Pemdes di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB di
Mataram.
Kendati demikian, Adhar mengaku masih bingung dengan
operasional mobil tangki yang dipinjamkan oleh BPBD Provinsi NTB. Karena Pemrov
tidak menyiapkan dana operasional. “Paling tidak kebutuhan operasional sehari
itu antara 250 ribu hingga Rp350 ribu. Untuk bahan bakar dan honor supir,”
katanya di Doridungga, Selasa (15/8/2017).
Mantan fasilitator PNPM ini menjelaskan, kondisi terparah
dialami warga di Dusun Lareu Desa Doridungga.
Sedikitnya ada 170 lebih kepala keluarga di sana yang sangat membutuhkan bantuan pemerintah untuk
mengatasi krisis air. Selain sedikit terisolir karena jalan yang rusak dan
infrastruktur pendukung lain yang belum memadai, ratusan kepala keluarga di
dusun itu tarpaksa merogoh kocek menyewa mobil pikup untuk mengambil air di
Desa Nggembe Kecamatan Bolo yang jaraknya hingga 8,5 kilometer.
“Di sini ada lebih dari 3000 jiwa. Tapi kondisi yang paling
parah di Dusun Lareu. Yang kami bingungkan biaya operasional mobil itu nanti,”
ujar Adhar.
Adhar menyayangkan lambatnya respon nyata legislatif dan
pemerintah daerah dalam mengatasi krisis air di Desa Doridungga. Kalau masalah
itu terus berlanjut maka bisa saja memantik konflik baru. Karena masalah krisis
air berawal dari insiden di desa setempat dengan warga di desa sekitar. (US)
Komentar