![]() |
| Bahagia: H Sulaiman dan Istri Puas Menetap di Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu/ RUL |
Dompu,
Berita11.com— Kabupaten Dompu memiliki potensi alam yang terbilang tinggi
terutama sektor pertanian, peternakan maupun niaga. Hal ini mampu menyedot
perhatian warga di luar daerah untuk menjadi penduduk trans. Salah satunya
keluarga H Sulaiman yang sudah lima tahun menetap di Kecamatan Pekat.
“Saya dan
keluarga sudah lima tahun tinggal dan menetap di Desa Kadindi Barat Kecamatan
Pekat Dompu,” ungkap Sulaiman kepada Berita11.com,
di Pekat, Rabu
(5/7/2017).
Sulaiman
mengaku sejak awal menetap di Desa Kandindi, ia memutuskan menjadi pedagang
buah, makanan dan aneka minuman. “Saya sudah menjadi pedagang sejak saya
tinggal di sini,” katanya.
Sulaiman
memiliki alasan kuat mengapa hijrah ke Dompu dari Pulua Lombok. Waktu tinggal
di pulau pedas, pria 67 tahun ini menjadi petani. Namun selama di Lombok, ia
gagal meraih hasil menggeluti sektor pertanian. “Hasil pertanian kami diambil
dengan harga murah sehingga lebih banyak modal yang kami keluarkan ketimbang
hasilnya,” ungkapnya.
Karena merasa
tidak ada kemajuan ekonomi selama tinggal di Lombok, Sulaiman memutuskan
memboyong keluarganya hijrah ke Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu.“Dulu kami
mendapat informasi dari tetangga di Lombok, katanya di Desa Kadindi banyak
potensi yang cukup luar biasa terutama dalam bidang bercocok tanam dan bisa menjadi
pedagang. Sehingga pada tahun 2012 kemarin, kami langsung datang dan menetap di
Desa Kandidi Barat ini,” ujarnya.
Selama
menjadi pedagang di desa ini, pendapatan keluraga Sulaiman meningkat. Sangat
berbedah jauh ketika tinggal di Lombok. “Dalam satu bulan kami bisa mendapatkan
keuntungan Rp5 juta dari hasil jualan,” kata dia.
Dari hasil menjadi
penjual buah dan minuman di Desa Kandindi, Sulaiman mampu menyewah sawah dan
kebun di Lombok untuk dikelola kerabnya di pulau itu. “Saya bersama keluarga
sudah lama tidak pulang ke lombok. Kami sudah tenang dan enak tinggal di sini
karena Desa Kandidi Barat adalah pelabuhan terakhir bagi kami,” ungkapnya.
Selain keluraga
H Sulaiman, banyak warga Sasak yang mendiami sejumlah desa di Kecamatan Pekat
seperti Desa Sorinomo yang berada di bawah kaki Gunung Tambora. Umumnya warga
menggarap lahan pertanian. (RUL)
Komentar