![]() |
| Kegiatan Fisik, Pengerasan Jalan di Kecamatan Pekat. |
Dompu,
Berita11.com—TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-99 di wilayah Kodim 1614/
Dompu tak hanya menyasar program fisik seperti pembangunan sarana ibadah. Namun
lebih dari itu, Satgas TMMD melaksankaan program anjangsana di setiap desa
sasaran di Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu.
Kegiatan tersebut
direspon positif sejumlah warga Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu. Mereka menilai
anjangsana semakin merekatkan hubungan rakyat dengan TNI. “Sangat bagus di
tengah degradasi wawasan kebangsaan yang dihadapi oleh masyarakat kita hari ini
terutama anak muda,” ujar Ahmad, warga Kecamatan Pekat.
Menurut pengajar
di salah satu SMP di Kecamatan Pekat ini, wawasan kebangsaan yang getol
disosialisasikan oleh Satgas TMMD dapat membangkitkan semangat kebersamaan di
tengah masyarakat dan rasa nasionalisme. Apalagi anak muda saat ini menghadapi
berbagai tantangan deras informasi dan persoalan sosial seperti penyalahgunaan
tramadol, sehingga tak heran muncul generasi apriori.
“Kegiatan
gotong royong juga kami nilai sangat positif membangkitkan semangat
kebersamaan. Masyarakat menjadi nyaman karena aparat hadir di tengah kebutuhan
dan semangat yang mulai terkikis,” ujar Ahmad.
Warga lainnya,
Yusuf berharap agar terbentuk jejaring kuat antar masyarakat dengan Satgas
TMMD. Tak hanya selama kegiatan berlangsung. Namun juga pasca kegiatan itu
nanti.
“Harus
diperkuat forum yang tak hanya selama kegiatan TMMD berlangsung. Namun ada
komunikasi lanjutkan,” ujar Yusuf.
Sementara itu,
Komandan Koramil 1614-05 Pekat, Lettu Inf. Ibrahim, kegiatan anjangsana sudah
berlangsung beberapa hari. Materi selama anjangsana umumnya tentang wawasan
kebangsaan dan menyikapi persoalan terkini yang dihadapi masyarakat termasuk
fenomena sosial.
“Dalam kegiatan
ini para anggota masing –masing mendatangi dan berkumpul dengan masyarakat memberikan
berbagai wawasan terutama mengenai wawasan kebanggasaan dan lain–lainya,” jelas
Lettu Inf. Ibrahim katanya kepada Berita11.com, Kamis (13/7/2017).
Ibrahim
menyebutkan, tujuan utama kegiatan anjangsana agar masyarakat memiliki wawasan menjaga stabilitas daerah terutama di wilayah
masing–masing. Saat kegiatan anjangsana, Satgas TMMD juga menyisipkan materi
tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba dan tramadol. “Alhamdulillah, respon masyarakat
dalam kegiatan ajangsana sangat baik,” terangnya.
Selama kegiatan
anjangsana, banyak masyarakat yang mengajukan berbagai pertanyaan dan menyampaikan
masukan. Hasilnya, semua pertanyaan dari masyarakat pun dijawab secara tuntas
oleh anggota Satgas TMMD, sehingga masyarakat mengerti dan memahami setiap
pertanyaan mereka.
“Dalam
momentum seperti anjangsana inilah kuatnya kebersamaan antara satu sama lain.
Bahkan di sela–sela kegiatan ini, tepatnya saat makan bersama terlihat jelas
kegembiraan, canda dan cerianya masyarakat saat berkumpul dengan TNI,” kata
Ibrahim.
Pada bagian
lain, hingga Kamis (13/7/2017), progres kegiatan pekerjaan fisik rehab Mushala
Mifhatul Jannah Desa Soritatanga sudah mencapai 45 Persen. Sementara pembukaan
dan pengecoran jalan Desa Doro Peti mencapai 50 Persen. Rehab Mushala Desa
Nangajara mencapai 45 Persen. Pembangunan Mushala Al jihad mencapai 40 persen
dan Mushala itjihad Desa Beringin Jaya mencapai 45 persen. Sementara rehab
Mushala Baitul Khair mencapai 40 persen dan Mushala Uswatun Hasanah Desa Pekat
mencapai 35 persen. Rehab Masjid Abu Abul Jannah mencapai 40 persen dan Mushala
Baitul Makmum Desa Calabai mencapai 40 persen.
Hampir sama
dengan sejumlah mushala tersebut, progres rehab Mushala Sori Dei Desa Karombo juga
mencapai 40 Porsen. Mushala Ibadul Rahman Desa Kadindi Atas mencapai
40 persen. Rehab Mushala Nurul Anwar mencapai 35 persen dan Nurul
Huda Desa Kadindi Barat mencapai 35 persen dan rehab Mushala Istihadi Desa
Sorinomo sudah mencapai 40 persen.
”Sementara
pekerjaan rehab Mushala Al Amin mencapai 40 persen dan Nurul Iman mencapai 40
persen. Sedangkan pekerjaan Mushala Desa Siladarma sudah mencapai 40 Persen,” sebut
Lettu Ibrahim. (RUL)
Komentar