![]() |
| Rahmat SKM. Foto Syahrul Berita11.com |
Dompu,
Berita11.com— Setiap tahun indeks penderita Tuberkulosis (TB paru dan Bakteri
Tahan Asam/ BTA positif) di Kabupaten Dompu terus meningkat. Pada tahun 2016
lalu jumlah penderita penyakit tersebut di Dompu naik menjadi 261 dari tahun
sebelumnya hanya 244 kasus. Bahkan tercatat 10 warga Bumi Nggahi Rawi Pahu yang
meninggal akibat penyakit tersebut pada tahun 2015 lalu.
Angka kasus
TBC tersebut membuat Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Dompu harus menggenjot
penanganannya.
Kepala Seksi
Pengendalian Penyakit Dikes Kabupaten Dompu,
Rahmat SKM menyebut kendati jumlah kasus dari tahun ke tahun meningkat. Namun
penangannnya nyampir maksimal. Pada tahun 2015, jumlah penderita yang sembuh
mencapai 87,2 atau 196 orang dari total 244 penderita TBC di Kabupaten Dompu
“Untuk
penderita yang meninggal pada tahun 2016 kami belum tahu evaluasinya. Item itu
baru bisa diketahui total evaluasi tahun 2016 ketika memasuki bulan Desember
2017," ujar Rahmad di Dikes Kabupaten Dompu Kamis (8/5/2017).
Kendati jumlah
penderita TBC di Kabupaten Dompu terus bergerak naik, namun menurut Rahmat
angka itu masih rendah dibanding skala nasional. “Secara hitungan kasus
penderitaan dari tahun 2015 ke 2016 angkanya memang naik. Akan tetapi jumlah
itu masih rendah dengan target yang tertuang dalam program pencahrian tersebut,”
katanya.
Rahmat
mengakui umumnya warga Dompu pengidap TBC yang meninggal karena telat
mendapatkan pelayanan dan didominasi usia produktif. “Kebanyakan penderita yang
meninggal ini, karena terlambat ditemukan.
Jadi pada intinya perlu melakukan antisipasi dengan cara kegiatan yang cepat di
lapangan,” ujar dia.
Untuk mengantisipasi
penyebaran penyakit TBC, Dikes mengandalkan paket obat untuk enam bulan dari
lembaga Globalfat.
“Obat ini
gratis dan berasal dari bantuan Globalfat yang sebelumnya perduli tentang
TB, Malaria dan HIV yang berasal dari
donatur-donatur yang berasal dari orang negara Eropa,” kata Rahmat.
Berdasarkan hasil
pemantauan Dikes Kabupaten Dompu, jumlah kasus TBC pada tahun 2017 tak begitu
banyak. “Sesuai dengan target pusat sebanyak 469 orang, kami harus menemukan penderita TB paru dan
BTA positif di Dompu,” pungkas Rahmat. (RUL)
Komentar