![]() |
| Aparat Usai Menggeledah dan Mengamankan Barang Bukti di Rumah NH. Foto Hamid |
Bima,
Berita11.com— Polisi berhasil mengamankan dua kantung alat bukti setelah
menggeledah rumah terduga teroris NH alias DY (23 tahun) di RT 02 dan RT 04
Desa Dore Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima, Senin (19/6/2017) siang.
Penggeledahan
dipimpin Kapolres Bima, AKBP. M. Eka Fathurrahman SH. S. Ik. Sebelum penggeledahan,
Unit Penjinak Bom (Jibom) Tim Gegana Brimobda NTB mendeteksi dini
keberadaan bahan peledak dilokasi dengan menggunakan alat pendeteksi logam (metal
detector).
Baca Juga: Terduga
Teroris Ditangkap di Dore Palibelo
Setelah itu,
tim Inavis Polres Bima yang dibantu pemerintah desa setempat kemudian memasuki
rumah. Hasilnya dua kantung alat bukti dikeluarkan dari rumah dan dibawa ke
Mapolres Bima Kabupaten.
Kepala Desa
Dore, Nasaruddin menuturkan DY merupakan sosok yang dikenal baik dan pendiam.
Aktivitas DY setiap hari sebagai penjual ayam pedaging di kampungnya. Selain
itu DY juga memiliki usaha penjualan minuman dipinggir jalan Desa Talabiu
Kecamatan Woha.
Diakui
Nasaruddin, sebelum kembali ke desa DY sempat menghilang selama lima tahun.
Kemudian kembali ke desa dan menikah. Ia kembali tidak menetap di desa selama
lima bulan. Kemudian kembali lagi ke desa.
“Kepribadiannya
baik. Saya tidak menyangka dia terlibat teroris. Sempat warga melihat dia
sedang latihan beladiri dan melaporkannya pada saya. Tapi saya anggap itu wajar
karena untuk olahraga," katanya di TKP.
Usai
menggeledah rumah, polisi juga menggeledah lapak dan gerobak milik DY yang
digunakan untuk berjualan minuman di Desa Talabiu. Namun di lokasi tidak di
temukan barang yang mencurigakan.
Kapolres Bima
Kabupaten, AKBP. M. Eka Fathurrahman SH. S. Ik di menjelaskan barang bukti yang
diamankan terindikasi digunakan terduga untuk melakukan aksi teror. Sasaran
utamanya adalah anggota polri dan ancaman terhadap keluarga polisi.
“Bahan
peledak, zat kimia dan kabel-kabel yang telah disiapkan untuk meneror anggota
dan kerabat kepolisian. Sementara kita untuk pengembangan kita tunggu dari anggota
Densus 88," katanya
Seperti diketahui
sebelumnya, KW dan NH, dua terduga teroris pelarian dari Poso ditangkap di Desa
Dore Kecamatan Palibelo dan sekitar Paruga Nae Talabiu Kecamatan Woha. Keduanya
berasal dari desa Dore dan diduga merencanakan sejumlah aksi teror di wilayah
Kabupaten Bima seperti pemboman Mapolsek Woha, Sub Polsek Bandara dan Mapolres
Bima.
Sementara itu,
pada bagian lain RS ditangkap di Pelabuhan Bima oleh delapan anggota Brimob Den
A Bima bersenjata lengkap saat hendak menyebrang ke Soromandi. RS kemudian
diangkut menggunakan mobil Avanza menuju Mako Brimob. (ID)
Komentar


