![]() |
| Wakil Bupati Bima saat Memaparkan Penanganan Konflik Sosial. |
Bima,
Berita11.com— Wakil Bupati Bima, Drs H. Dahlan M. Noer menekankan pentingnya
Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) sebagai syarat utama pembangunan
daerah. Hal tersebut disampaikan Dahlan saat rapat bersama tim terpadu
penanganan konflik sosial Kabupaten Bima Tahun 2017 di aula kantor Bupati Bima,
Senin (8/5/2017).
“Keamanan dan
Ketertiban merupakan syarat utama bagi pemerintah daerah dalam pembangunan agar
pembangunan di daerah tidak terhambat. Sehingga berdampak pada membaiknya
pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya seperti dikutip Kabag Humas dan Protokol Setda
Kabupaten Bima, Armin Farid, S.Sos.
Menurut Dahlan
saat ini Indonesia tengah diuji dengan berbagai dinamika sosial dan politik
dari pihak-pihak yang merasa tidak puas dengan kebijakan pemerintah. Meski
demikian hal tersebut perlu dipahami dan ditangani bijak agar tidak berpengaruh
pada menipisnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
“Kami
menyambut baik pertemuan tim terpadu
penanganan konflik sosial yang berada di wilayah Kabupaten Bima. Sehingga harapannya akan memberikan
kontribusi dan memastikan kondisi daerah aman, tertib dan minim konflik
sosial masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya,
upaya mewujudkan kondisi aman di tengah masyarakat tidak hanya menjadi tanggung
jawab pemerintah dan aparat keamanan. Namun harus didukung peran semua pihak.
Ia berharap melalui forum, peningkatan sinergitas tim terpadu dalam menangani
berbagai isu dan tanggap dini potensi konflik yang timbul di tengah masyarakat
akan semakin membaik.
“Yang
mengancam stabilitas daerah. Tentunya dalam menangani riak dan isu, kita harus
senantiasa melalakukan persuasif melalui pendekatan budaya dan agama. Saya
berharap, rapat Tim Terpadu ini akan dapat melahirkan program kerja Tim Terpadu
Penanganan Konflik Sosial yang sudah disusun bersama sehingga tugas Kesbangpol
sebagai koordinator akan terbantu,” katanya.
Dahlan
menegaskan, pada setiap penanganan
konflik sosial perlu mengedepankan metode Komunikasi Sosial (Komsos). Ia menilai
komunikasi sosial menjadi sarana yang efektif untuk meredam gejolak yang timbul
dalam masyarakat.
Melalui
Komsos individu dapat membangun suatu rujukan dan pantauan terhadap situasi
apapun yang ia hadapi. Selain itu, juga memudahkan untuk mempelajari dan
menerapkan strategi-strategi adaptif agar dapat mengatasi situasi-situasi
problematik.
“Tanpa
melibatkan diri dalam suatu komunikasi, seseorang tidak akan tahu bagaimana
berinteraksi dan memperlakukan manusia lain secara beradab, karena cara-cara
berprilaku tersebut harus dipelajari lewat pengasuhan keluarga dan pergaulan
dengan orang lain,” ujarnya.
Lebih lanjut,
ia mengatakan kerja sama dengan seluruh komponen masyarakat untuk
berpartisipasi membangun sikap toleransi, persatuan dan kesatuan, serta membangun
kehidupan sosial masyarakat majemuk menjadi sebuah keluarga.
Meretas
perbedaan yang ada, dalam rangka menciptakan perubahan sistem sosial yakni
perubahan sosial (sosial changes). Sekaligus sebagai sistim prediksi penanganan
konflik sosial diwilayah.
"Kepada
seluruh aparatur pemerintah untuk saling bekerjasama dan berkoordinasi diantara
sesama sehingga penanganan konflik dapat kita redam bersama demi perwujudan
pembangunan Bima Ramah,” harapnya.
Sementara
itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik Kabupaten Bima Drs. Ishaka menyampaikan
tujuan kegiatan untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, tenteram,
damai dan sejahtera. Meningkatkan tenggang rasa dan toleransi, memelihara
fungsi pemerintahan, melindungi jiwa, harta benda, serta sarana dan prasarana
umum.
“Serta
memberikan perlindungan dan pemenuhan hak korban, dan memulihkan kondisi fisik
dan mental masyarakat serta sarana dan prasarana umum,” imbuhnya
Dalam rangka
penanganan konflik. Pemerintah telah membentuk sejumlah kelompok. Seperti, Forum
Kewaspadaan Dini Masyarakat ( FKDM), FKUB serta tim penaganan konflik sosial.
Kapolres Bima
AKBD. Eka Fathurrahman, SH,S,Ik mengatakan penanganan konflik dapat dilakukan
dengan cara pendekatan dan koordinasi dengan pihak terkait sehingga penanganan
konflik bisa diredam secara tepat.
Menurutnya
perlu adanya saling koordinasi diantara satu dengan yang lainnya untuk mencari
solusi pemecahan masalah. “Untuk itu marilah kita bersatu padu dalam rangka
mewujudkan daerah kabupaten Bima yang aman dan terhindar dari terjadinya
konflik,” ajaknya.
Selain Bupati
dan pihak Bakesbangpol kegiatan juga diikuti Dandim 1608 Bima, Kapolres
Bima,Unsur TNI, Camat dan unsur Muspika
kecamatan se-kabupaten Bima. (ID)
Komentar