![]() |
| Prosesi Wisuda Angkatan ke-X STKIP Taman Siswa Bima. Foto US Berita11.com |
Bima, Berita11.com— Wakil Bupati (Wabup) Bima, Drs
H Dahlan M.Nor, M.Pd mengungkapkan keheranannya terhadap nilai terendah atau
passing grade Uji Kompetensi Guru (UKG) di Kabupaten Bima yang hanya mencapai
nol. Padahal nilai rata-rata kelulusan siswa mampu mencapai enam. Hal tersebut
disampaikan Dahlan saat wisuda angkatan ke-10 STKIP Taman Siswa Bima, Sabtu (6/5/2017) lalu.
Untuk itu,
Dahlan meminta para mahasiswa STKIP Taman Siswa Bima yang diwisuda tak berhenti
belajar kendati sudah lulus dari perguruan tinggi.
Dahlan
mengungkapkan dari 10 provinsi yang ada di NTB, UKG Kabupaten Bima merupakan
yang terendah. Fakta mencengangkan itu juga terjadi pada saat proses perekrutan
atau pengangkatan 100 guru garis depan. Dari Kabupaten Bima yang diterima hanya
satu orang.
“Hasiln tes,
90 persen lain adalah orang di luar Kabupaten bima. Ini adalah tantangan bagi
orang-orang pendidik,” ujar. Mantan guru SMPN 14 Jakarta tahun 1979 hingga 1987
ini.
Menurut Dahlan,
walaupun sudah menjadi sarjana, para alumnus kampus tak boleh berhenti belajar.
“Pasca wisuda harus ditingkatkan, kemauan belajar itu tidak berhenti sampai
sini, tapi berlanjut kalau punya kemauan belajar yang tinggi akan bisa,”
katanya.
Diakuinya,
saat ini Kabupaten Bima dalam situasi kurang stabil. Oleh karena itu Pemerintah
Kabupaten Bima bekerja keras untuk meningkatkan kemakmuran rakyat. Setiap pendidik
atau guru harus bertindak profesional dan menjadi teladan bagi banyak orang.
“Kalau kita
tidak mengangi secara baik. Siapa guru, pendidik profesional yang bertindak
tanduk harus mengutamakan kualitas atau mutu?. Belajar dan taat dan menjadi
teladan bagi semua,” katanya.
Kendati fakta
kualitas pendidik di Kabupaten Bima masih buram, Dahlan tidak menampik peran
perguruan tinggi di Kabupaten Bima. “Kalau berbicara kualitas guru-guru di Bima
cukup berkualitas tapi belum memadai. Itulah sebabnya Pemkab Bima akan bekerjasama dengan perguruan tinggi
di Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu dan UNM,” isyarat mantan ajudan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan jaman Fuad Hasan ini. (US)
Komentar