![]() |
| Ilustrasi. |
Dompu,
Berita11.com— Puluhan pemuda yang menamakan diri Fron Persatuan Masyarakat
Kecamatan Hu’u menggelar aksi di depan basecamp perusahaan keruk PT STM di Desa
Hu’u, Kamis (18/5/2017) pagi. Massa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada
perusahaan.
Koordinator
massa, Syarifuddin alias Bimbim mendesak PT STM agar memprioritaskan kontraktor
dan tenaga kerja lokal sesuai komitmen awal perusahaan keruk tersebut sebelum
memulai aktivitas eksplorasi.
Baca Juga:
Bimbim juga
meminta agar PT STM transparan dalam melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan
perusahaan tambang, mulai dari kegiatan prospeksi, eksplorasi, studi kelayakan (FS),
pengelolaan lingkungan hingga rencana eksploitasi.
Selain itu,
mendesak perusahaan keruk agar berkomitmen melaksanakan program pemberdayaan,
pembangunan ekonomi, sosial budaya dan lingkungan untuk komunitas lingkar
tambang (comunity development) sebagai bagaian dari bentuk tanggungjawab sosial
(Coorporate Resposibility/ CSR) perusahaan.
“Semua
kegiatan dan aktivitas tambang PT STM terkesan tertutup tanpa diketahui oleh
masyarakat khususnya masyarakat Kecamatan Hu'u. Hal ini memunculkan pertanyaan
bagi masyarakat Kecamatan Hu'u ada apa di balik aktivitas tersebut,” ujar
Bimbim.
Ia menilai,
selama ini PT STM belum melaksanakan kegiatan pemberdayaan sebagai bentuk
komitmen perusahaan melaksanakan program CSR.
Seperti
diketahui beberapa bulan sebelumnya, beberapa pejabat PT STM pernah
melaksanakan sosialisasi tentang program dan progres kegiatan perusahaan
tambang mineral sulfida tersebut di aula
kantor Bupati Dompu. Termasuk rencana jangka menengah dan jangka panjang
aktivitas perusahan seperti rencana feasibility study dan rencana eksploitasi
yang akan dimulai paling cepat tahun 2023 serta rincian kucuran dana CSR yang
mencapai miliaran per tahun untuk komunitas masyarakat lingkar tambang Hu’u.
(RUL)
Komentar