![]() |
| Kondisi Pesanggrahan Donggo di Kabupaten Bima/ Foto Hamid Berita11.com |
Bima,
Berita11.com— Objek sejarah peninggalan zaman penjajah Belanda, pesanggrahan
Donggo Kabupaten Bima tak terawat. Halaman pasanggrahan dipenuhi sampah, ternak
dan bagian pagar tidak terurus.
Pihak penjaga
pesanggarahan pun menginginkan agar objek wisata tersebut diserahkan kepada
pihak ketiga. “Kondisinya memang tak terawat karena tak ada anggaran yang
disiapkan pemerintah,” ujar penjaga Pesanggrahan Donggo, Muhammad Saleh kepada
Berita11.com, Senin (8/5/2017) sore.
Menurut
Saleh, sebenarnya ketika masa kepemimpinan almarhum mantan Bupati Bima, H Ferry
Zulkarnain ST, pemrintah daerah punya konsep yang bagus untuk mengembangkan
objek Pesanggrahan Donggo. “Almarhum dae ketika masih hidup punya konsep ingin
membangun kolam. Minimal agar bisa sama dengan Pesanggarahan Oi Wobo Wawo,”
kata Saleh.
Menurut pria
asli Langgudu yang menikahi warga Donggo ini, sebenarnya pemerintah daerah tak
akan rugi seandainya mau mengembangkan Pesanggrahan Donggo karena bisa menarik
minat pengunjung seandainya pemerintah berkenan menyiapkan fasilitas pendukung
seperti beberapa barugak, kolam renam maupun fasilitas lain termasuk membenahi
bangunan tanpa mengurangi orisinal Pesanggrahan Donggo.
Beberapa
potensi yang bisa ditawarkan kepada pengunjung yaitu keindahan Teluk Bima yang
bisa dinikmati di Pesanggarahan Donggo. Selain itu, pengunjung bisa melihat
keindahan perkampungan di Kecamatan Donggo yang sebagian besar masih
mempertahankan budaya dan kearifan lokal. Bahkan tak jauh dari Pesanggarahan
Donggo terdapat Desa Mbawa yang menarik untuk selalu dikunjungi. Baik karena
keindahan alamnya, heterogen masyarakatnya maupun karena budaya dan kearifan
lokal yang masih dipertahankan.
“Sebenarnya
tidak akan rugi seandainya pemerintah mau menganggarkan untuk pembenahan
pesanggarahan. Potensi di sini bisa menjadi fade back bagi pendapatan asli
daerah,” ujar Saleh.
Potensi
lainnya yaitu keindahan jejeran pohon kemiri, bentangan sawah dan ladang milik
warga. Di Kecamatan Donggo juga memiliki potensi tanah subur untuk pengembangan
tanaman buah seperti rambutan dan alpukat.
“Sebenarnya
banyak potensi. Kalau pengunjung juga terkadang ada seperti kemarin peneliti
dari Bali dan dari UNRAM menginap di sini. Tinggal pengembangan fasilitas
pendukung pesanggarahan saja yang dibutuhkan,” ujar Saleh. (US)
Komentar