![]() |
| Field Visi OJK Menyasar Kabupaten Dompu. Foto Syahrul Berita11.com |
Dompu, Berita11.com—
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Program Aksi Pangan Kabupaten Dompu di
aula pendopo Bupati Dompu, Selasa (23/5/2017). Kegiatan tersebut merupakan
bagian dari field visit OJK.
Ketua Dewan
Komisioner OJK, Rahmat Waluyanto menjelasakan program aksi pangan yang telah
digagas OJK sejak April 2016 lalu. Program itu pertamakali diluncurkan oleh Presiden
Jokowi di Brebes Jawa Tenggah. Tujuannya bagian dari upaya akselerasi keuangan,
sinergi dan Inklusi.
“Program ini
menjadi sangat penting karena Presiden sudah meluncurkan strategi keuangan inklusi
yang intinya bagaimana industri, OJK, Bank Indonesia bersama-sama mewujudkan dan
menyediakan akses keuangan kepada masyarakat terutama berpenghasilan rendah
baik di kota, terutama di daerah-daerah terpencil,” jelas Rahmat.
Menurutnya, berbagai
program dan kegiatan yang telah dilaksanakan dengan baik oleh Bupati Dompu yang
diukur dari dukungan jajarannya di bawah dan dukungan rakyat menunjukkan
pengaruh positif, sehingga Kabupaten Dompu yang tak ada dalam perhatian
nasional dan internasional mengundang
perhatian orang.
“Terus
terang, seminggu yang lalu saya tidak tahu Dompu itu di mana? Tapi ternyata Dompu
luar biasa,” katanya.
Rahmat
mengatakan, adanya akses keuangan industri dan keuangan bersama OJK akan mendorong
terciptanya produk keuangan yang cocok untuk dimanfaatkan oleh masyarakat yang
ingin meningkatkan penghasilan dan taraf hidup pada sektor ekonomi produktif.
“Inilah
program Nawacita yang salah satunya mulai membangun dari pinggiran salah
satunya mengapa OJK merasa perlu untuk mendorong Pemda-Pemda termasuk Dompu
menjadi pelopor di dalam pelaksanaan program inklusi keuangan dan memberikan
akses keuangan kepada masyarakat,” papar Rahmat.
Bupati Dompu,
Drs H Bambang M Yasin mengatakan, sejak tahun 2009, pemerintah mulai menggarap
sektor pertanian khususnya jagung. Dari tahun ke tahun tingkat produktivitas
jagung meningkat seiring fokus masyarakat melaksanakan ekstensifikasi lahan
garapan. Hal itu mampu mendongkrak progres yang ingin diraih pemerintah daerah.
Diakuinya,
pada sisi lain, Pemerintah Kabupaten Dompu mmeiliki visi dan misi yang jelas
dan terukur mendorong kesejahteraan masyarakat.
“Dengan misi yang seperti itu selama
tujuh tahun ini Pemda Dompu melalui berbagai sektor yang kami sebut Pijar
(Sapi, Jagung dan Rumput laut).Tapi dua tahun terakhir ini jagung itu sudah
berubah menjadi Terpijar. Terpijar adalah tambahan tebu rakyat, jadi sekarang
tebu, sapi, jagung dan rumput laut,”
papar HBY.
HBY
mengatakan, empat komoditas itu menjadi sumber penggerak ekonomi masyarakat
Kabupaten Dompu. Bahkan perusahaan jagung sampai menanamkan investasi mencapai
Rp400 miliar dan meraih profit sampai Rp1 triliun dalam lima bulan.
“Jadi
keuntunganya mencapai 300 atau 400 persen. Jadi bapak-bapak kalau ingin
membiayai jagung, bapak tidak usah ragu, kreditnya pasti dan akan dikembalikan
oleh rakyat," katanya.
Program
aksi pangan di Kabupaten Dompu juga ditandai penyerahan secara simbolis bantuan coorporate
social resposibility (CSR) BNI berupa bantuan sumur bor senilai Rp 200 juta
untuk kelompok tani di Dompu dan penyerahan
bantuan Jamkrindo BL berupa pembelian pupuk senilai Rp 25 juta untuk salah satu
kelompok tani di Dompu.
Acara program
aksi pangan di pendopo Bupati Dompu dihadiri Ketua Dewan Komisioner OJK Rahmat
Waluyanto, Bupati Dompu, Drs. H Bambang
M Yasin, bersama pejabat teras Kabupaten
Dompu, Deputi Komisioner OJK Slamet Edy P dan Adie Soeset Yantoro, perwakilan kantor OJK NTB, Yusri serta mitra
dan anggota OJK yaitu BNI, Mandiri, BRI,
BPR pesisir dan Bank Andara. Selain itu, juga dihadiri Direktur IJK Bank, Andara Joong Hoo, Komisaris Utama Bank Pesisir, Hj Ir. Nurma
Sari, Direktur Bank Pesisir H Zas Ari
Zainuddin SE, CR. (RUL)
Komentar