![]() |
| Pelayanan Dokumen Kependudukan di Discapil Kota Bima. Foto Berita11.com |
Kota Bima,
Berita11.com— Dinas Catatan Sipil (Discapil) Kota Bima memprediksi mutasi warga
ke Kota Bima meningkat saat menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)
di Kota Bima. Hal itu belajar pengalamman saat pelaksanaan Pilkada dan
pemilihan legislatif beberapa waktu lalu.
Sekretaris
Dinas Catatan Sipil Kota Bima, Drs H. Abdul Syafi saat Pilkada Kabupaten Bima,
mutasi keluar justru lebih banyak, sedangkan mutasi masuk diprediksi lebih
banyak menjelang Pilkada Kota Bima. “Itu mungkin orang-orang yang punya
kepentingan,” katanya kepada Berita11.com di Discapil Kota Bima, Senin
(19/9/2016).
Diakuinya,
sebenarnya Discapil sangat selektif dalam mengeluarkan dokumen kependudukan. Untuk
proses mutasi masuk dan keluar, pemohon harus melengkapi seluruh administrasi
yang telah ditetapkan. Hanya saja diakuinya, ketentuan tersebut memiliki celah
dimanfaatkan oknum tertentu.
“Kita juga
ketat kalau belum lengkap administrasinya misalnya yang ingin mutasi masuk,
harus dicabut dulu di daerah asalnya. Tapi juga ada kelemahannya,” katanya.
Abdul Syafi
tidak menampik masih ada data ganda penduduk Kota Bima dalam sistem. Misalnya saja
warga Kota Bima yang sudah sempat mutasi keluar daerah kemudian kembali ke
daerah asal kadang mengajukan data nomor induk lama sehingga muncul kasus data
induk ganda.
Berdasarkan
data Discapil Kota Bima, hinggga kini jumlah penduduk Kota Bima sebanyak
151.220 jiwa, sedangkan yang wajib KTP sebanyak 106.949. sementara jumlah warga
sudah melakukan perekaman KTP sebanyak 99.533 Jiwa atau 99,07 persen. Jumlah
KTP yang sudah dicetak sebanyak 92.125 atau 92,56 persen. Sisa blangko KTP
sebanyak 2.500 lembar, duplikat record atau data ganda sebanyak 18. Untuk data
mutasi keluar sebanyak 14.949 jiwa, sedangkan yang mutasi masuk ke Kota Bima
sebanyak 10.208 jiwa. (US)
Komentar