Bima, Berita11.com— Perusahan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Bima memastikan stok beras SPHP aman di tengah munculnya kasus harga beras naik dan kasus hangat adanya oplosan beras subsidi SPHP oleh mitra Bulog di sejumlah daerah di Indonesia baru - baru ini.
Atas maraknya para oknum mitra Bulog berbuat curang, beras SPHP di oplos menjadi beras premium dengan harga melonjak, akan berdampak buruk dan meresahkan bagi masyarakat miskin, karena akan terbebani. Lebih khusus untuk kebutuhan masyarakat di tiga daerah cakupan kantor cabang BUMN yang bergerak di bidang logistik ini. Namun stok setara beras di seluruh gudang Bulog Cabang Bima, masih cukup aman. Hal itu disampaikan oleh Usman Fadli selaku Asisten Manajer Pemasaran Perum Bulog Kantor Cabang Bima.
Saat dikonfirmasi oleh awak Media Berita 11.com, iya menyebutkan bahwa stok beras khusus gudang Bulog di Jatiwangi sebanyak
133.540 kg. Sementara itu, target penyaluran beras SPHP Kantor Perum Bulog Bima meliputi Tiga wilayah, yaitu, Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu sebanyak 2.997.500 kg, "sampai akhir Desember 2026. Stok beras SPHP saat ini masih tersisa 133.540 Kg tersebar di Gudang Jatiwangi, Bolo dan Dorotangga,"tuturnya.
Disampaikan juga, untuk realiasi penyaluran beras SPHP di Kota Bima sampai dengan 01 November 2026 sebanyak 3.031.470 kg yang tersebar di Tiga (3) Kabupaten/Kota (Kabupaten Bima, Kota Bima dan Kabupaten Dompu., " kami bisa pastikan beras subsidi SPHP saat ini hingga akhir 2026 nantinya mampu menstabilkan harga pasar, " katanya.
Dari hasil pantauan langsung media ini diberbagai gudang Bulog, seperti di Komplek pergudangan Bolo masih masih memiliki stok beras subsidi SPHP sebanyak 50 ton.(B-007)
Komentar