![]() |
| Ruslan Turmuzi saat Menyambangi Konstituennya. |
Banyak politisi datang dan pergi di DPRD NTB. Terpilih sekali, lalu tak
kembali. Tapi, H Ruslan Turmuzi adalah politisi yang langgeng di sana, lima
periode. Masyarakat memang mendukungnya. Musabab dia selalu berderma, tanpa
pernah memandang siapa.
--------------------------
Mataram, Berita11.com - TGH Muhammad Adam tak akan pernah lupa.
Belum lama, Pimpinan Ponpes Mambaul Bayan, Kopang, Lombok Tengah ini memang
mengundang anggota DPRD NTB H Ruslan Turmuzi untuk menghadiri acara santunan
untuk anak yatim dan orang tua jompo.
Sebagai sahibulbait, TGH Muhammad Adam memberi laporan bahwa ada 43
anak yatim yang akan disantuni. Ditambah 17 orang tua jompo. Sehingga totalnya
60 orang. Namun, pada hari pemberian santunan tiba, mendadak anak yatim dan
orang tua jompo yang hadir jumlahnya 200 orang.
“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada beliau. Tapi, beliau malah
tidak mempermasalahkan hal yang seperti itu. Semua anak yatim dan orang tua
jompo yang hadir diberikan santunan,” tutur TGH Muhammad Adam, Minggu ( 7/3/2021).
Mengenal Ruslan Turmuzi lima tahun silam, sesungguhnya TGH Muhammad Adam
jarang bersua secara langsung dengan politisi PDI Perjuangan tersebut lantaran
kesibukan masing-masing. “Tapi kapanpun kami mengundang. Beliau akan selalu
hadir,” kata TGH Muhammad Adam.
Padahal, kata ulama kharismatik ini, dirinya dan jamaah pondok pesantrennya
bukanlah pendukung Ruslan Turmuzi untuk duduk di DPRD NTB. Kecamatan Kopang,
memang berada di daerah pemilihan utara di Lombok Tengah. Sementara Ruslan
melenggang ke DPRD NTB dari daerah pemilihan Lombok Tengah selatan meliputi
Kecamatan Peringgarata, Jonggat, Praya Barat, Praya Barat Daya, Pujut, dan
Kecamatan Praya Timur.
“Karena itu, buat kami, beliau adalah figur yang langka. Membantu
masyarakat tidak pernah berdasarkan dapil. Beliau membantu dengan ikhlas,”
katanya.
Tidak Pakai
Lama, Semua dibantu dan Semua diurus
Maka, jadilah jejak-jejak masyarakat yang dibantu Ruslan Turmuzi pun
terserak di mana-mana di Lombok Tengah. Aneka macam bentuknya. Mulai dari
bantuan untuk pondok pesantren, bantuan msyarakat petani, bantuan masyarakat
untuk perbaikan jalan, perbaikan saluran irigasi, perbaikan jalan lingkungan,
atau juga berbagai macam santunan.
Dan semua proses bantuan-bantuan itu kata TGH Muhammad Adam, tidak ada
yang pakai lama. Semua dibantu. Semua diurus. “Hari ini kita sampaikan permasalahan
masyarakat kepada beliau. Maka beliau sudah langsung action,” katanya.
Lain di Kopang, lain pula di Praya. Haji Muhammad Zakir, Bendahara
Pembangunan Masjid Jamik Guru Bangkol, Praya, menuturkan bagaimana kontribusi
Ruslan Turmuzi dalam pembangunan masjid di Gumi Tatas Tuhu Trasna.
“Nyaris tidak terhitung berapa pembangunan masjid di mana Pak Ruslan
memberi kontribusi,” kata Lalu Zakir.
Kontribusi terbesar Ruslan tentu saja pada pembangunan Masjid Jamiq,
yang merupakan salah satu masjid tertua di Lombok. Masjid ini adalah masjid
bersejarah. Dibangun pada tahun 1.800-san. Kini sedang dipugar dan sedikitnya
akan menelan anggaran Rp 26miliar.
Sebetulnya masjid tersebut adalah milik Pemkab Loteng. Oleh seluruh
tokoh masyarakat, Ruslan kemudian didaulat menjadi ketua pembagunan. Kini,
masjid tersebut hampir rampung dan sudah fungsional. Menjadi salah satu masjid
yang megah di Pulau Seribu Masjid.
“Sangat banyak beliau membantu pembangunan. Bukan hanya kebutuhan uang
dan anggaran. Yayasan bahkan dibantu mobil oleh Pak Ruslan,” katanya.
Haji Muhammad Zakir juga tahu bahwa Kecamatan Praya bukanlah daerah
pemilihan Ruslan Turmuzi. Tapi, masyarakat Dapil Utara juga dibantu utusan PDI
Perjuangan itu. Masyarakat Dapil selatan juga dibantu. Tidak dibeda-bedakan.
Tidak dipilih-pilih.“Saya rasa, hanya beliau anggota dewan yang begini. Kalau
yang lain ini kan pilih-pilih. Beliau tidak,” kata Zakir.
Bahkan katanya, mereka yang baru kenal pun bisa langsung bisa dibantu.
Jangankan yang sudah kenal lama. “Dengan spontan disiapkan. Bahkan tidak selalu
pakai dana aspirasi. Beliau memakai dana pribadi,” katanya.
Masih di Praya. Salehudin Rais memberi cerita bagaimana SMA Ponpes Darul
Muhajirin juga mendapat bantuan perangkat komputer dari Ruslan Turmuzi. Bantuan
komputer tersebut sungguh bermanfaat untuk para siswa di sana. Mengingat ujian
nasional untuk para siswa saat ini memang berbasis komputer. Tidak lagi
berbasis kertas dan pensil seperti sebelumnya.
Hal yang sama juga dirasakan Alimudin, pimpinan Ponpes di Desa Kabul,
Lombok Tengah. Para siswanya sangat merasakan kemanfaatan bantuan yang
diberikan Ruslan di pondok pesantren tersebut. “Sungguh kami bersyukur
dipertemukan dengan beliau,” kata Alimudin.
Ruslan bahkan kata dia, bukanlah figur yang susah ditemui. Bukan susah
dihubungi. Bahkan untuk orang yang tidak dikenal sebelumnya bisa datang meminta
bantuan. Bukan melulu soal uang. Sebab, Ruslan acap membantu dalam banyak hal.
Semisal mereka yang tidak mampu tapi berkeinginan melanjutkan studi. Maka
Ruslan mencarikan bantuan beasiswa.
Untuk membantu pondok pesantren juga begitu. Tidak ditanya apakah pondok
pesantren tersebut milik Nahdlatul Ulama, Nahdlatul Wathan, atau Darul
Muhajirin, atau Ponpes mana. Semua dibantu tanpa pandang bulu.
Begitu juga soal Ruslan yang selalu berada di tengah-tengah masyarakat.
Ruslan kata Alimudin, tidak hanya turun ke masyarakat saat reses. “Hari-hari lain pun Pak Ruslan blusukan dan
menyerap aspirasi masyarakat di Lombok Tengah,” katanya.
Mendorong
Kemandirian Ekonomi
Di periode-periode awal sebagai anggota dewan, sentuhan Ruslan Turmuzi
ke tengah masyarakat melang lebih cenderungke charity, bantuan sosial. Namun
dalam dua periode terakhir, konsep mendorong kemandirian ekonomi mulai didorong
Ruslan dalam setiap kegiatannya.
Aktivis NGO senior Lombok Tengah, Yuli Harhari menilai Ruslan Turmuzi
ialah wakil rakyat yang ideal, karena tidak memilih dan memilah sasaran
programnya. "Beliau ini benar-benar menempatkan dirinya sebagai wakil
rakyat Lombok Tengah. Tidak lagi memandang yang mendukung atau tidak
mendukung," kata Yuli Harhari.
Bagi Yuli, Ruslan Turmizi adalah sosok pejabat publik selaku wakil
rakyat yang amanah. Tak jarang, untuk mencarikan solusi dari masalah
masyarakat, Ruslan menggunakan dana prbadinya untuk membantu secara spontan.Tidak
menunggu program.
"Boleh ditanya di Utara juga, nama beliau pasti dikenal. Karena dia
tidak pilih-pilih, siapa pun dia bantu, itulah kelebihan beliau yang jarang dan
beda dengan (wakil rakyat) yang lain. Biasanya kebanyakan kan hanya
memperhatikan pendukungnya saja," katanya.
Yuli menjelaskan, Ruslan Turmizi juga sangat konsen mendorong
kemandirian ekonomi masyarakat. Program yang kini digagas adalah pemanfaatan
lahan pekarangan sebagai sumber ekonomi multi bisnis. Modal yang diberikan
kepada masyarakat berupa stimulan untuk modal usaha.
"Masyarakat bisa memanfaatkan pekarangannya sebagai sumber ekonomi
multi bisnis. Jadi ada hidroponik, ada perikanan dan ayam kampung. Kita bentuk
satu ekosistem di pekarangan, air dari hortukultura dan kotoran ayam bisa
menjadipakan lele, dan seterusnya," katanya.
Menurut Yuli, hal itu luar biasa. Sebab, berdasarkan data di Lombok
Tengah ada lebih dari 3 ribu hektare lahan pekarangan masyarakat yang belum
dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber ekonomi keluarga.
"Kami kasih masukan ke pak Ruslan Turmuzi bahwa ke depan tidak
hanya charity tetapi bagaimana setiap kegiatan beliau berorientasi ke
kemandirian ekonomi. Nah, salah satu
hasilnya adalah program yang kita laksanakan saat ini," katanya.
Pembina Lembaga Dakwah NU Lombok Tengah, Lalu Muhammad Wildan Asyad juga
menyatakan salut dan angkat topi untuk Ruslan Turmizi.
Ia menilai Ruslan Turmizi tipe pemimpin yang mau mendengar, memikirkan,
dan benar-benar mewujudkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat.
"Beliau luar biasa. Selama ini belum ada anggota dewan yang
bertahan lima periode seperyi pak Ruslan Turmuzi. Ini artinya perjuangan beliau
tulus dan masyarakat memang mencintainya dengan tulus juga. InsyaAllah,"
katanya.
Bapak Angkat
Setali tiga uang dengannya, tokoh masyarakat Desa Pengenjek, Kecamatan
Jonggat, Lombok Tengah, H. Abdul Mannan, S.Ag, mengaku sangat mengagumi sosok
Ruslan. Bahkan, warga desa di sana menganggap Ruslan Turmuzi sebagai bapak
angkat mereka.
"Hampir semua masyarakat Pengenjek mengatakan Beliau (Ruslan)
sebagai bapak angkat kami," ujarnya.
H. Mannan menceritakan, Desa Pengenjek pada musim kemarau sangat
kesulitan air bersih. Apalagi masjid di sana perlu diairi. Singkatnya, terdapat
mata air di tanah milik warga. Pengurus desa sepakat membeli, namun justru
dihibahkan oleh pemiliknya.
Karena jarak sumber air ke masjid sekitar 1 kilometer, maka warga
meminta Ruslan membantu membuat pipa penyalur. Tanpa pikir panjang, Ruslan
membantu. "Peran beliau sangat besar dari awal pembangunan masjid beliau
berkontribusi baik secara langsung maupun melalui program," ujarnya.
H Mannan yang juga menjabat Majelis Wakil Cabang NU Kecamatan Jonggat
ini, mengatakan sumber air telah diuji lap dan layak minum. Kini PR ke depan
akan menyalurkan ke tiap rumah warga. Ruslan pun akan membantu.
"PR kita tinggal menyalurkan ke masyarakat. Nanti pemasangan pipa
kita sudah minta bantuan ke Pak Ruslan. Apalagi air ini bisa diminum langsung
sudah diuji lap oleh Dikes dan layak diminum langsung," katanya.
Bukan Orang
Berlebih
Sesungguhnya, Ruslan bukanlah orang yang berlimpah materi. Namun, dia
memilih tidak menunggu berlimpah untuk berbagi kepada masyarakat yang
membutuhkan.
Ruslan sudah duduk lima periode sebagai anggota DPRD NTB. Semenjak
Pemilu tahun 1999. Berturut-turut dia tidak pernah absen terpilih menjadi wakil
rakyat di Udayana, sebutan untuk Gedung DPRD NTB.
Pria asal Lombok Tengah ini bukan pula lahir dari keluarga politisi
kondang. Dia adalah politisi yang berasal dari masyarakat kebanyakan.
Masyarakat biasa. Namun, 25 tahun menjadi wakil rakyat, Ruslan bukannya memupuk
kebahagiaan sendiri. Namun, membaginya kepada masyarakat.
“Dengan berbagi, kita memiliki banyak saudara,” kata Ruslan.
Dia tak hendak menghitung apa yang sudah dilakukannya untuk membantu
masyarakat tersebut. Dia hanya percaya, bahwa kebahagiaan terlahir kembar.
Manakala kebahagiaan dibagi, maka kebahagiaan lain sudah pasti akan tercipta.
Soal dirinya yang membantu tanpa membeda-bedakan masyarakat di daerah
pemilihan, Ruslan mengaku, hal itu dilakukannya, karena dirinya semata ingin
kesejahteraan masyarakat bisa merata di Lombok Tengah. “Selebihnya, biarlah
Allah SWT yang menilainya,” katanya.
Jika rakyat Inggris punya Robin Hood, figur legendaris yang suka
membantu masyarakat tidak mampu, maka Lombok Tengah punya H Ruslan Turmuzi. Dia
juga adalah Robin Hood milik PDI Perjuangan, Partai Banteng Moncong Putih. (*)
Komentar