Program NTB Gemilang Diapresiasi tapi Ada Satu Program yang Belum Komperhensif -->

Iklan Semua Halaman

.

Program NTB Gemilang Diapresiasi tapi Ada Satu Program yang Belum Komperhensif

Saturday, January 23, 2021
Eks Ketua Umum HMI Cabang Dompu Caca Handika. Dok. Berita11.com.


Dompu, Berita11.com - Beragam ide dan gagasan serta kebijakan dalam program NTB Gemilang dinilai cukup luar biasa untuk memajukan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, sebut saja, ide industrialisasi (Kelor, Pakan, Ternak) dan lain-lain.


Kemudian pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui program beasiswa luar Negri dan beberapa pembangunan dan kebijakan lainnya yang sudah ditorehkan oleh Gubernur-NTB.


Kendati demikian, ada satu program yang dinilai masih belum komperhensif yakni di sektor kehutanan. Hal itu disampaikan Eks ketua umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Dompu periode 2019-2020 Caca Handika, Sabtu (23/1/2021) siang.


"Sebelumnya, saya sampaikan apresiasi kepada Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah yang mempunyai program NTB Gemilang, tapi sejujurnya saya belum mendengar rencana Gubernur dalam pembangunan sektor kehutanan yang begitu komperhensif," kata Caca.


Mengacu pada peraturan Daerah Provinsi NTB Nomor 14 Tahun 2019 tentang pengelolaan hutan. Pada poin c bahwa dengan ditetapkannya Undang-Undang Nomor 23  tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.


"Maka, kewenangan pengelolaan Kawasan Hutan pada fungsi produksi dan lindung serta kawasan konservasi TAHURA lintas Kabupaten menjadi kewenangan Provinsi," ujarnya.


Lebih lanjut, Caca menerangkan, Undang-Undang Nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan hutan.


"Lalu, pertanyaannya, apakah Gubernur-NTB punya keberanian untuk menutup hutan," tanya Caca.


"Bisa kita lihat secara bersama bagaimana gundulnya hutan di NTB khusunya di Bima-Dompu dan itu sudah di saksikan langsung oleh Gubernur sendiri," sambung dia.


Menurut Caca, seharusnya Gubernur NTB segera mengambil langkah kongkrit untuk menjadikan isu rehabilitasi dan rekonstruksi hutan dan lingkungan. 


Hal itu dilakukan sebagai isu perioritas yang harus diperhatikan supaya bisa mengembalikan fungsi hutan yang sudah terlanjur rusak sehingga menyebabkan Banjir setiap tahun di berbagai pelosok. 


"Untuk melihat hutan kita kembali normal sesungguhnya pemerintah Daerah dan Provinsi tidak perlu menghabiskan energi untuk mengambil langkah penghijauan sebab langkah itu tidak terlalu efektif karena selesai ditanam tidak ada lagi penjagaan dan perawatan yang berkelanjutan alias dilepas begitu saja," tandasnya.


Dijelaskannya, terbukti sudah ribuan bahkan jutaan pohon yang sudah ditanam tapi hasilnya tidak maksimal karena selesai ditanam akan dicabut dan disemprot lagi oleh beberapa oknum.


"Solusinya hanya satu, keberanian Gubernur NTB untuk menutup hutan, terakhir yang saya sampaikan semoga Gubernur-NTB sehat dan sukses selalu," do'a Caca untuk Gubernur NTB sembari menutup penyampaiannya. [B-10]

PERRHATIAN: Hati-hati penipuan mengatasnamakan Berita11.com/ PT Sebelas Cyber Media. Kerja sama/ iklan dan invoice resmi hanya yang ditandatangani Direktur PT Sebelas Cyber Media dan tercatat dalam sistem informasi (data base) perusahaan serta nomor nota tagihan yang teregistrasi dengan kode unik di sistem informasi perusahaan. Kami tidak bertanggung jawab atas nota tagihan (invoice) yang tidak tercatat maupun atas tagihan pajak terhadap invoice/kuitansi yang bukan dari perusahaan. Pembayaran tagihan iklan/ advetorial/ kerja sama yang sah melalui rekening perusahaan An. PT Sebelas Cyber Media.