![]() |
| Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima. Foto Ist |
Bima,
Berita11.com— Meskipun tak ada masalah terkait pembebasan lahan. Perluasan landasan
pacu (runway) Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima ditargetkan rampung tahun
2019 mendatang.
Kepala Kantor
Unit Penyelenggara Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Taslim Badruddin SH
MM mengatakan, meskipun pesawat boing 737 seri 500 sudah bisa mendarat di
bandara setempat. Namun baru bisa memuat 90 penumpang dari target 164 kursi. Angka
tersebut merupakan standar keamanan yang direkomendasikan otoritas bandara
setempat.
“Itu safetynya
90 kita mau kejar. Itu harus landasanya diperpanjang supaya bisa muat. Baru bisa
mulai tahun 2019. Saya ajak ibu bupati, agar pemerintah pusat lebih perhatian,”
ujar Taslim di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima.
“Kita usulkan
lagi agar dapat pada APBD P untuk penimbunan, sedangkan untuk konstruksi harus
dibiarkan satu tahun kemudian agar tanahnya keras baru bisa dikonstruksi. Jadi kemungkinan
tahun 2019,” kata Taslim.
Menurutnya,
pembebasan sungai merupakan tanggungjawab pemerintah daerah, termasuk jalan
alternatif untuk petani tambak.
“Rencana perpajangan
dari 1.650 menjadi 2.100 meter untuk bisa didarati pesawat boing 737 seri 400. Saat
ini sudah didarati 373 boing seri 500. Kalau yang seri 400 harus diperpanjang
lagi. Kemarin sudah kami usul tapi masih menunggu proses studi tahun ini,”
katanya. (US)
Komentar