Dompu,
Berita11.com— Program Terpijar atau yang dulu dikenal Pijar adalah surga bagi petani,
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu, dan
Pegawai Negeri Sipil (PNS). Tak sedikit pegawai dan warga yang mendadak kaya
setelah menanam jagung.
Menurut Kepala
Bagian Humas dan Protokol Setda Dompu, Ardiansyah SE, Terpijar adalah langkah
nyata yang telah digagas Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin dalam mendorong taraf
hidup masyarakat pada sektor pertanian. Bahkan beberapa tahun terakhir tak
hanya petani yang menanam jagung. Lebih dari itu, banyak PNS yang juga ikut
menggarap ladang sebagai lahan pertanian jagung.
“Semenjak
adanya program Pijar (Terpijar) nama Kabupaten Dompu terus dikenal akan
kemajuannya. Kondisi kemajuan Dompu sangat berbeda dengan daerah–daerah
lainya,” ujar Ardiansyah di kantor Pemkab Dompu, Kamis (3/8/2017).
Dikatakan Ardiansyah,
jagung adalah komoditi yang tepat setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu
mencetus program Pijar. Dulu, umumnya kondisi perekonomian masyarakat masih
biasa. Bahkan merangkak mencari peluang di berbagai sektor. Namun tak ada hasil
signifikan. Setelah Bupati HBY mendorong sektor pertanian khususnya komoditi
jagung, masyarakat mulai merasakan perubahan signifikan.
“Jangan
salah, dulu pendapatkan masyarakat sangat minim. Jangankan buat membangun rumah
batu, buat membiayai kuliah anak saja susah. Tapi sekarang masyarakat Dompu
sudah bisa membangun rumah batu serta bisa membeli motor dan membiayai kuliah
anaknya,” ujar Ardiansyah.
Komoditi jagung
memiliki pengaruh besar mendongrak pertumbuhan berbagai sektor lain dan
perekonomi masyarakat secara menyeluruh. “Program Terpijar ibarat surga bagi
daerah dan masyarakat Dompu. Karena program ini mampu meningkatkan ekonomi dan
membawa sejuta perubahan di Dompu,” pungkasnya. (RUL)
Komentar