Dompu,Berita11.com— Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Dompu melaksanakan monitoring terhadap limbah pabrik tebu milik PT SMS di Kecamatan Pekat. Hasilnya, limbah perusahaan itu aman bagi lingkungan.
Kepala Bidang
Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dompu, Andi Bahtiar, mengatakan,
monitoring langsung dilaksanakan OPD setempat bersama anggota Komisi I DPRD
Kabupaten Dompu, Jumat (25/8/2017) lalu.
“Kemarin kami
bersama DPRD turun langsung ke lapangan. Setelah dilakukan monitoring tak ada
masalah,” ujar Andi kepada Berita11.com di DLH Kabupaten Dompu, Selasa (29/8/2017).
Dikatakan dia,
monitoring bersama DLH dengan Komisi I DPRD Kabupaten Dompu dilaksanakan
menindaklanjuti laporan dari masyarakat yang mengaku resah dengan keberadaan
limbah perusahaan gula itu.
Diakui Andi, saat
monitoring menuju lokasi PT SMS,
pihaknya menyempatkan diri mampir di jembatan yang dilaporkan masyarakat
dialiri limba tebu. Namun DLH dan legislatif tidak menemukan air yang mengalir.
Bahkan kondisi tanah di lokasi yang dilaporkan itu dalam keadaan kering. “Saat
kami ke sana tidak melihat adanya limbah yang mengalir di lokasi tersebut,” jelasnya.
Setelah pengecekan
di lokasi yang dilaporkan masyarakat, pihaknya mendatangi PT SMS dan sempat
berdiskusi dengan jajaran perusahaan setempat.”Saat itu kami juga bersama pihak
PT SMS langsung turun dan meninjau secara langsung di lapangan,” katanya.
Dari hasil
pengecekan itu, ternyata Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau wastewater
treatment plant/ WWTP milik PT SMS jernih dan tidak membahayakan lingkungan. Karena
tak ada yang dialirkan ke sungai. Namun dialirkan ke bak-bak penampung yang
telah disediakan perusahan.
“Air jernih (limbah) itu digunakan kembali
oleh PT SMS untuk menyiram tanaman tebu,” ujar Andi.
Andi
menegaskan, berdasarkan hasil monitoring DLH bersama Komisi I DPRD secara
keseluruhan, tak ada masalah terkait pengelolaan limbah PT SMS. Hingga kini
keberadaan perusahaan tersebut memberikan kontribesar bagi masyarakat di
Kabupaten Dompu.
“Sekali lagi saya
katakan tidak ada masalah dengan limbah itu. Mari kita bersyukur dengan adanya
PT SMS karena selain membuka lapangan kerja bagi tenaga lokal, juga telah mampu
meningkatkan nilai-nilai ekonomi bagi masyarakat setempat,” tandasnya. (RUL)
Komentar
