![]() |
| Kasi Program dan Pemanfaatan Hutan KPH Tambora, Muhlis. Foto Syahrul Berita11.com |
Dompu,Berita11.com—
Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tambora gencar menggalakan program pemafaatan
hutan bukan kayu. Program ini sebagai upaya meminimalisasi ketergantungan
masyarakat terhadap hasil hutan kayu yang mengalami degradasi karena aktivitas perambahan
(illegal logging).
Kasi Program
dan Pemafaatan Hutan KPH Tambora, Muhlis mengatakan jika aktivitas perusakan hutan
terus dibiarkan, dikuatirkan berdampak buruk terhadap masyarakat. Karena dapat
memicu bencana alam seperti kebakaran hutan, kekeringan, banjir dan tanah longsor
saat musim hujan.
“Bentuk ril
memang kita mengajak masyarakat menanam jenis-jenis tanaman yang bermanfaat.
bukan hanya kayunya tapi jenis buah-buhan,” katanya saat ditemui di ruang
kerjanya, Rabu (5/7/2017).
Menurut Muhlis,
berdasarkan pantauan petugas KPH Tambora di lapangan, antusias masyarakat masyarakat menanam sangat baik. bahkan belum
lama ini masyarakat berhasil berhasil menanam 50 ribu bibit durian di sejumlah
wilayah tugas KPH setempat.
Bahkan umumnya
masyarakat sekitar Gunung Tambora datang mengambil langsung bibit ke kantor KPH.
Umumnya bibit yang diambil ditanam di lahan pertanian dan sebagian kawasan
hutan yang telah rusak akibat aktivitas perambahan.
“Saking
antusiasnya mereka yang tidak mendapat bagian langsung mengambil dan membeli
sendiri bibitnya. Artinya pemikiran-pemikiran seperti itu sudah terbuka untuk
mengembangkan jenis komoditi yang sebenarnya bisa tumbuh bagus di Kecamatan
Pekat,” ujar Muhlis.
Pada sisi
lain, KPH gencar melaksanakan sosialisasi tentang gerakan menanam, dampak
program terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Untuk kawasan hutan tutupan
negara, bibit yang dibagikan kepada masyarakat disesuaikan dengan lokasi dan
area tanam
“Kita ndak
bisa memantau lebih detail. Jadi kami serahkan langsung pada masyarakat,” tambahnya.
(RUL)
Komentar