Kepala Desa Leu, Muhammad Taufik S. Ag
“Lebih dari 25 orang yang dibagi delapan tim dari delapan kementerian di bawah Kemenko PMK akan meninjau desa kami terkait dengan SIDeka selama tiga hari. Tanggal 10 sampai 12 Juli,” kata kepala Desa Leu, Muhammad Taufik S. Ag kepada Berita11.com di Desa Leu, Senin (3/7/2017).
Ia menjelaskan SIDeka merupakan aplikasi sistem informasi berisi keseluruhan data desa yang disajikan secara digital. Seperti data jumlah penduduk, kematian, kelahiran, potensi wilayah serta data bidang-bidang lain yang ada di desa. Sehingga menjadi data standar sebagai acuan Pemerintah Pusat dalam menentukan kebijakan di daerah.
“SIDeka mirip seperti profil desa secara digital. Semua ada di dalamnya. Kita juga punya website. Nanti mereka akan menguji, datanya akurat atau tidak,” jelasnya.
Taufik menuturkan belum lama ini dirinya menghadiri Focus Group Discussion (FGD) membahas pengembangan desa inovatif yang diselenggarakan NGO (Non Governance Organisation) Friedrich Ebert Stiftung (FES) bersama Kemenko PMK dan Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR).
Kegiatan tersebut diikuti oleh 10 desa nominasi terbaik di Indonesia, Desa Leu secara nasional masuk sebagai salah satu desa dengan tata kelola terbaik tahun 2017.
“Kemarin kami juga dikunjungi FES dan peneliti dari UNPAR. Tentunya ini tindaklanjut dari apa yang mereka dapat di desa kami,” katanya (ID).
Komentar