![]() |
| Produk Kerajinan Tenun di Kota Bima/ Foto US Berita11.com. |
Kota Bima,
Berita11.com— Ketua Kelompok Tenun Mekar Sari Rabadompu Barat, Siti Halimah
mengkritik sikap Pemerintah Kota Bima. Masalahnya saat kegiatan pameran hasil
kerajinan di luar daerah, dinas terkait cenderung hanya membawa produk kelompok
tanpa membawa serta pengrajin atau pengurus kelompok.
“Kerap kali
kalau ada pameran di luar daerah yang berangkat hanya para pegawai saja. Tapi kami
tidak diikut sertakan. Hanya produk kami yang dibawa. Padahal yang bisa
menjelaskan proses produksi dan keunggulan produk itu adalah kami,” ujar
Halimah kepada Berita11.com di Rabadompu Barat, belum lama ini.
Wanita yang
sudah puluhan tahun menggeluti usaha konveksi dan kerajinan lokal ini berharap
Wali Kota Bima memerhatikan geliat usaha UKM. Untuk itu, harus mengutamakan
para pelaku usaha jika ada kegaitan di luar daerah. “Bagaimana bisa berkembang
kalau yang berangkat keluar daerah lebih banyak pegawai. Sementara kami pelaku
usaha tidak dibawa,” katanya.
Ibu empat anak
ini juga berharap, semakin banyak stand saat kegiatan pameran di dalam dan luar
daerah yang dapat memajam produk kerajinan UKM, sehingga dapat berkembang. Secara
umum, pemasaran produk kerajinan seperti usaha konveksi seperti tenun
tradisional lebih banyak mengandalkan sosial media seperti facebook. Namun akan
terarah dan lebih maksimal jika pemerintah juga berupaya menyiapkan website
untuk para pelaku UKM bertransaksi. (US)
Komentar