![]() |
| Penyerahan Hadiah kepada Kontingen yang Menjuarai MTQ Tahun 2017 Kabupaten Bima. Ist |
Bima,
Berita11.com— Dewan Hakim Musabaqah
Tilawatil Qur’an (MTQ) tahun 2017 Kabupaten Bima, Ustad M Sidik tidak membantah
saat final MTQ terjadi keributan peserta dari sejumlah kontingen.
M Sidik tak
membantah jika saat MTQ Kabupaten Bima, Dewan Hakim kebablasan tak mengetahui
jika ada salah satu peserta yang sudah menjadi jawara di Provinsi NTT tapi
kembali mengikuti lomba yang sama di Kabupaten Bima.
Hal itu juga
menjadi dasar bagi Dewan Hakim terpaksa mengubah putusan yang awalnya
meloloskan tiga peserta pada fase final.
“Memang
awalnya hanya tiga orang diumumkan, tapi terpaksa kita umumnya empat orang yang
masuk final. Karena kami terlambat tahu jika ada peserta yang sudah juara di
daerah lain yang ikut. Karena etikanya, tidak mungkin tak diloloskan karena dia
sudah tampil,” katanya saat dihubungi oleh Berita11.com melalui sambungan
Ponsel.
Diakuinya,
juara harapan 1 untuk peserta yang telah menjadi jawara daerah lain terpaksa
diberikan Dewan Hakim. “Hanya itu solusinya saat terjadi protes malam itu. Memang
untuk suara peserta tersebut bagus. Tapi kami terlambat tahu kalau dia sudah
juara di daerah lain,” katanya.
Menurut Sidik,
sesuai peraturan main MTQ, peserta yang sudah masuk pembinaan LPTQ daerah lain
dan sudah menjadi juara pada daerah lain. Maka tak boleh mengikuti lomba yang
sama. Hal yang dikuatirkan akan terjadi tumpang tindih. Apalagi jika pada lomba
tingkat nasional mendatang memiliki jadwal yang sama.
“Memang
seharusnya LPTQ dan panitia juga yang lebih tahu. Kami dewan hakim tahunya
belakangan setelah ada protes dari peserta lain,” katanya.
Sidik juga
merespon protes dari Ketua LPTQ Kabupaten Bima, Drs H Fitra Malik yang menilai
Dewan Hakim tidak adil karena tidak memberikan penilaian maksimal untuk
Suherman yang seharusnya menjadi jawara.
“Itu karena
sudah juara di daerah lain menjadi wakil daerah lain. Jadi tidak mungkin
diberikan kesempatan yang sama. Karena nanti bisa masalah ketika tingkat
selanjutnya. Juara harapan dan masuk final itu sudah pas, karena sudah tampil,”
katanya. (US)
Komentar