![]() |
| Pasangan Cabup dan Cawabub Bima Pose Bersama Usai Lot Nomor Urut. Foto Ist |
Bima, Berita11.com— Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bima
menggelar pengundian nomor urut pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati
Bima, Selasa (25/8). Hasil lot itu, pasangan jalur independen Abdul
Khayir-Abdul Hamid (KH) mendapat nomor urut 1, kemudian pasangan Ady
Mahyudi-Zubaer HAR mendapat nomor 2, pasangan H Syafruddin M.Nur-Drs Masykur
(Syukurr) mendapat nomor urut 3. Pasangan Dinda Damayanti Putri- Dahlan
mendapatkan nomor urut 4.
Usai pencabutan nomor urut, pasangan
calon kemudian menendatangani nota kesepakatan atau ikrar Pemilukada aman dan
damai. Ikrar tersebut disaksikan KPU, Kapolres Bima Kota dan Kapolres Bima
Kabupaten, Dandim 1608 Bima, Penjabat Bupati, Panwas Pilkada Kabupaten Bima dan
masing-masing pendukung pasangan calon yang hadir di KPU.
Sejumlah poin yang disepakati pasangan
calon di antaranya yaitu siap
melaksanakan Pemilukada Kabupaten Bima yang aman, sukses, damai dan berkualitas serta siap menerima
hasil perhitungan hasil Pilkada oleh KPU Kabupaten Bima. Inti poin yang
ditandatangani setiap pasangan calon
tersebut, siap menang dan siap pula kalah.
Penjabat Bupati Bima, Drs H. Bachrudin,
M.Pd, berharap seluruh pasangan calon menanamkan kesamaan presepsi dalam
mendukung pelaksnaan Pilkada aman, dan damai di Kabupaten Bima. Menurutnya, seluruh
calon adalah merupakan figur terbaik yang ada di Kabupaten Bima dan memiliki
visi positif membangun Bima ke arah yang
lebih maju. “Mari kita semua menyukseskan Pilkada Bima yang aman dan demokratis
serta bermutu,"pinta Bachrudin.
Sekretaris KPU Provinsi NTB, Mars
Anshory Wijaya, mengatakan, kualitas Pilkada Kabupaten Bima bergantung seluruh pasangan calon dalam menyampaikan pemahaman
kepada lapisan masyarakat. Jika itu dilakukan maka kelak akan tercipta Pilkada
yang damai.
Mars juga berharap seluruh komponen masyarakat Kabupaten Bima ikut berpartisipasi
menyukseskan pelaksanaan Pilkada. Jangan menjadikan perbedaan pilihan dalam
pelaksanaan demokrasi sebgai alasan memutuskan tali silaturrahmi di antara sesama.
“Piilhan boleh beda namun harus diingat masyarakat Kabupaten Bima semuanya
adalah bersaudara," tandasnya.
Herman/Abdul Hamid
Komentar