![]() |
| Ilustrasi. Foto Ist |
Kota Bima, Berita11: Wali Kota Bima diharapkan menjamin keamanan usaha kecil seperti pedagang kaki lima dan jasa mainan anak-anak, odong-odong. Masalahnya, cukup banyak oknum yang bertindak sebagai tukang palak dan pengancam.
Warga Kota Bima, Indah, mengaku gerah dengan ulah beberapa oknum yang mengancam aktivitas usahanya di lapangan Serasuba Kota Bima. Padahal usaha jualan mainan anak-anak baru dirintisnya bersama ipar dan saudara-saudaranya. “Kita berharap bapak Wali Kota mengatensi ini. Mestinya usaha kecil yang baru mau berkembang mesti didukung, diberikan iklim yang sehat. Salahsatunya faktor keamanan, kalau ada oknum pengganggu mesti ditindak,” ujar mahasiswi S2 Sastra Inggris Universitas Udaya Bali ini, Minggu (13/12).
Diungkapkannya, saat menjual barang dagangannya bersama sejumlah saudaranya, tiba-tiba diancam oknum warga lain yang iri melihat jualan dan usaha odong-odong iparnya laris manis dilirik pelanggan. “Kalau masalah retribusi untuk Kota Bima kami siap keluarkan sesuai ketentuan berlaku. Tapi sangat kita harapkan adanya atensi dari bapak Wali Kota, menghilangkan oknum-oknum pengancam. Dukungan untuk usaha kecil membentuk ekonomi yang kuat dan pondasi sebuah daerah sangat penting,” ujarnya.
Hal yang sama diharapkan warga lainnya, Novi. Dia meminta dinas terkait menertibkan oknum yang mengganggu usaha pedagang kecil. “Kami sangat berharap dukungan dari Pol PP memberikan rasa aman kepada penjual. Karena saudara kami diancam dan dilarang pedagang lain hanya lantaran iri liat usaha dan dagangan kami laku. Mestinya kalau mau usaha, bersaing yang sehat, nggak perlu main ancam-ancam,” katanya.
Dikatakannya, sebenarnya peristiwa pengancaman bisa saja dilaporkan kepada aparat Kepolisian. Namun tidak ingin memperbesar masalah. “Hal yang dibutuhkan pedagang dan kita pengusaha kecil yakni dukungan keamanan,” ujar mahasiswa salahsatu PTS di Kota Bima ini. (FS)
Komentar