17 Persen Siswa SMPN 2 Bolo Gagap Membaca -->

Iklan Semua Halaman

.

17 Persen Siswa SMPN 2 Bolo Gagap Membaca

Saturday, September 29, 2012

Kota Bima—KoranMbojo:  UPTD Dikpora Kecamatan Bolo tidak “asbun” soal tamatan SD yang tidak bisa dan gagap membaca. Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Bolo Kabupaten Bima mengakui 17,43 persen atau sekitar 47 orang dari 279 siswa baru, gagap membaca.

Kepala SMPN 2 Bolo, Sulistya, M.Pd, mengaku data tersebut diketahui saat panitia penerimaan siswa baru menguji kemampuan membaca siswa. Secara umum, kasus tersebut selalu muncul setiap tahun. “Setip tahun selalu ada siswa tamatan SD yang kami terima yang gagap membaca, padahal idealnya saat melanjutkan ke sekolah menengah mereka harus sudah lancar membaca sehingga proses transformasi materi pelajaran bisa maksimal,” katanya di Bolo, kemarin.

Menurut pria asal Jawa ini, fenomena siswa yang buta aksara dan gagap membaca merupakan kegagalan Kepala Sekolah dan guru dalam mendidik, kelemahan penerapan sistem dan metode pembelajaran. Padahal idealnya, saat naik ke kelas 3 SD siswa harus sudah bisa membaca. “Kelemahan sekolah dalam mendidik, anak saya yang awalnya dinaikkan ke kelas 3 SD, tidak bisa membaca saya sendiri yang minta dipindahkan diturunkan ke kelas 2 karena belum pantas. Tapi hingga kini tidak ada guru yang menanyakan mengapa saya lakukan itu,” katanya.

Dikatakannya, sudah   mestinya guru SD harus menganalisa cara mengajar yang tepat. Siswa yang memiliki kelemahan kemampuan membaca, menulis dan berhitung harus dikelompokkan. Hal itu penting sehingga tidak menyulitkan saat pembinaan pada tingkat sekolah menengah. “Kemampuan membaca sangat penting, karena bagaimana bisa memahami dan menangkap materi pelajaran kalau membaca saja masih payah, karena itu juga pendukung  untuk memelajari cara menulis dan berhitung,” katanya.

Meskipun banyak siswa kelas 1 SMP yang gagap membaca, Sulistya optimis saat naik ke kelas 2 seluruh siswa sudah lancar membaca. “Sudah jelas siswa yang masih gagap akan kami genjot khusus, sehingga saat mereka naik kelas sudah lancar. Hal yang seperti ini sebenarnya fenomena yang selalu berulang setiap tahun di sekolah ini,” katanya.

Pembimbing IPS sekolah setempat, Sri Aminaningsih, SE, mengungkapkan, fenomena siswa yang buta aksara dan gagap membaca, bukan hal baru di Kecamatan Bolo, bahkan ada siswa yang level Sekolah Menengah Atas tidak bisa membaca. Hal itu diketahuinya saat menjadi pengawas ujian. “Bukan hal baru, bukan lagi hanya di SD dan SMP, bahkan pada level SMA pun ada siswa yang tidak bisa membaca terutama pada sekolah swasta,” ungkapnya.

Tidak hanya di Kecamatan Bolo, di wilayah lain pun banyak siswa level sekolah menengah yang gagap membaca dan buta aksara. Hal itu diakui guru SMPN 1 Soromandi Kabupaten Bima, Muhiddin, M.Pd. “Rata-rata sebagian siswa baru di sekolah kami gagap membaca, itu diketahui saat proses KBM, dan sepertinya ada  juga yang tidak bisa membaca,” katanya di Bajo

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah pejabat Dinas Dikpora Kabupaten Bima, mengakui SKPD itu tidak pernah mengukur efektivitas anggaran pendidikan terhadap output mutu pendidikan. Secara umum, mestinya dengan banyaknya anggaran pendidikan, memiliki korelasi positif terhadap kualitas siswa. (KM.01)
PERRHATIAN: Hati-hati penipuan mengatasnamakan Berita11.com/ PT Sebelas Cyber Media. Kerja sama/ iklan dan invoice resmi hanya yang ditandatangani Direktur PT Sebelas Cyber Media dan tercatat dalam sistem informasi (data base) perusahaan serta nomor nota tagihan yang teregistrasi dengan kode unik di sistem informasi perusahaan. Kami tidak bertanggung jawab atas nota tagihan (invoice) yang tidak tercatat maupun atas tagihan pajak terhadap invoice/kuitansi yang bukan dari perusahaan. Pembayaran tagihan iklan/ advetorial/ kerja sama yang sah melalui rekening perusahaan An. PT Sebelas Cyber Media.