Bima. Berita 11 com – Kali kedua puluhan warga Desa Ndano, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, melakukan aksi penyegelan kantor desa sebagai bentuk protes terhadap kepemimpinan Kepala Desa yang dinilai gagal mengelola dan memimpin desa tersebut,
Selain itu, penyegelan kantor desa dilakukan oleh IMPEN (Ikatan Mahasiswa dan Pemuda Desa Ndano) bersama)warga sebagai aksi protes keras atas ketidaktransparanan anggaran dana desa, kinerja kepala desa yang buruk, jarang ngantor, atau menuntut kepala desa mundur. Aksi ini mengakibatkan pelayanan publik lumpuh sementara, Senin (2/3).
Aksi yang melibatkan puluhan warga itu dilakukan dengan memasang palang di pintu kantor desa. Anhar, selaku koordinator aksi, mengatakan penyegelan dilakukan karena kekecewaan warga yang sudah memuncak.
“Sudah kesekian kalinya kami warga Desa Bambalemo kecewa dengan kepemimpinan Kepala Desa saat ini,” ujar Anhar.
Ia menilai pelayanan kepada masyarakat buruk dan pengelolaan Dana Desa untuk program tahun 2025 tidak di tuntaskan serta tidak transparan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014.
Selain itu, Kepala Desa disebut jarang hadir di kantor dalam beberapa bulan terakhir, sehingga menambah ketidakpercayaan warga.
Anhar menegaskan, penyegelan kantor akan terus dilakukan hingga Kepala Desa memenuhi tuntutan warga.
“Kami tidak akan membuka segel kantor desa sebelum Kades bertindak sesuai dengan harapan kami,” tegasnya.
Warga berharap pemerintah daerah, lebih khusus instansi terkait segera turun tangan untuk menengahi persoalan ini dan memastikan pengelolaan Dana Desa dilakukan secara transparan dan akuntabel. Mereka juga mendesak adanya kepemimpinan desa yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Adapun beberapa tuntutan massa aksi saat lakukan orasi, mendesak pemerintah desa Ndano untuk selesaikan program kerja tahun 2025 yang saat ini belum dikerjakan. Mendesak pemdes setempat untuk berikan klarifikasi tentang tiga unit sepeda motor dinas milik kepala desa, Seketaris desa dan motor dinas bendahara desa serta motor tiga roda untuk pengangkutan sampah. Mendesak BPD untuk mengadakan rapat istimewa dan memberikan rekomendasi pemberhentian kepala desa Ndano kepada pemerintah terkait serta mendesak BPD untuk memasifkan pengawasan terhadap kinerja pemdes Ndano.
Massa aksi juga menegaskan, bila permintaan dari massa aksi tersebut tidak dipenuhi, maka akan ada aksi yang lebih besar dilakukan IMPEN yang berimbas terhambat nya pelayanan masyarakat di desa setempat. (B-17)
Komentar