![]() |
| Kendati Kondisi Lapangan Penuh dengan Batu, Sejumlah Pelajar di Kecamatan Soromandi Tetap Semangat Latihan Cabang Atletik. Foto Syarif Berita11.com. |
Bima,
Berita11.com— Sprinter yang pernah mewakili Kabupaten Bima pada Porprov
2018 dan sejumlah pelajar di Kecamatan Soromandi berharap Bupati Bima Hj Indah
Dhamayanti Putri SE mengalokasikan anggaran untuk pembenahan Lapangan Nanga Lere
Desa Bajo Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima.
Pembenahan lapangan
tersebut diperlukan untuk mendukung kegiatan pembinaan atlet dan kegiatan
keolahragaan yang dilaksanakan pemuda setempat.
“Lapangan yang memadai sangat
diperlukan oleh para pelajar dan pemuda yang melaksanakan kegiatan olahraga. Besar
harapan kami agar ibu Bupati Bima memerhatikan kondisi lapangan di desa kami,”
ujar Syarif Hidayatullah, peraih perak Porprov NTB 2018 kategori 400x400 meter yang juga pernah
meraih medali perunggu Mayung Bulain Cup 2017 ini.
Menurut mantan
Paskibraka Kota Bima tahun 2018, lapangan yang memadai sangat dibutuhkan. Apalagi
saat upaya KONI Kabupaten Bima mendorong prestasi atlet. “Kami yakin bahwa ibu
Bupati Bima yang juga pengurus KONI Kabupaten Bima akan sudi memerhatikan
kebutuhan pengembangan olahraga di Kabupaten Bima,” ujar alumnus SMKN 1 Kota Bima asal Desa Bajo ini.
Harapan yang
sama juga disampaikan, pelajar SMPN 1 Soromandi, Fery Ardiansyah. Pemerintah diharapkan
segera memerhatikan pengembangan lapangan setempat. “Butuh sekali lapangan di
sini diperbaiki. Karena banyak batu, sehingga menyulitkan saat latihan atletik
maupun olahraga sepak bola,” ujarnya.
Beberapa hari
terakhir Fery Ardiansyah dan sejumlah pelajar di Soromandi rutin berlatihan
sprinter di Lapangan Nanga Lere. Meskipun terganggu dengan batu yang memenuhi
ruas lapangan.
Pada bagian
lain, pelatih (sabeum) Taekwondo Dojang Pesisir/ Universal Taekwondo Indonesia Profesional (UTI Pro) Kabupaten Bima, Dan 2 Fachriman mengharapkan hal yang sama.
Pemerintah daerah berkenan membenahi
lapangan setempat. Karena sangat dibutuhkan keberadaannya sebagai pusat latihan
olahraga.
“Harapan
kalau bisa agar Lapangan Nanga Lere bisa masuk usulan anggaran tahun depan. Mudah-mudahan
itu bisa, karena sangat dibutuhkan masyarakat, terutama para pemuda yang
menggeluti olahraga,” ujar pria yang sempat menggeluti Beladiri Tangan Kosong
Merpati Putih Kolat UNRAM ini hingga kombinasi 2 ini.
Sebelumnya,
berbagai kompetisi seperti sepak bola tingkat Pulau Sumbawa digelar di Lapangan
Nanga Lere. Akan tetapi terkadang terganggu kondisi lapangan yang dipenuhi
batu.
Selama ini,
Dojang Pesisir/ UTI Pro Kabupaten Bima telah mengutus beberapa atlet pada
Kejurda di seperti Kabupaten Sumbawa Barat dan di Mataram. Beberapa atlet
kelompok pelajar berhasil meraih medali emas dan medali perak maupun
perunggu. [AN]
Komentar
