Kota Bima, Berita11.com— Pemerintah Kota Bima melalui Dinas
Sosial Kota Bima dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A)
Kota Bima gencar melakukan sosialisasi program pemerintah di tingkat kelurahan
se Kota Bima.
Road show sosialiasi program ditingkat kelurahan yang ke 27
dari 41 kelurahan ini dilakukan secara terus menerus dalam rangka
mensosialisasikan program-program pemerintah Kota Bima, terutama program
jaminan sosial dan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang sudah
berjalan maupun yang akan dilakukan pada tahun mendatang.
Hadir pada acara tersebut antara lain Kepala Dinas Sosial
Kota Bima, Yuliana, S.Sos, Kepala DP3A Kota Bima diwakili Yulianingsih, S.Sos,
MM, Camat Mpunda, Lurah Panggi, Kasi Linjamsos Dinas Sosial, Hj. Nunung
Andriani, SE, SDM PKH dan Kelompok Penerima Manfaat program jaminan sosial
maupun program pemberdayaan perempuan. Bertempat di Lapangan Bola Kelurahan
Panggi, Kecamatan Mpunda, Kamis, 18 Juli 2024.
Kepala Dinas Sosial Kota Bima, Yuliana mengatakan acara
sosialisasi seperti ini penting dilakukan dan bukan kali pertama dilakukan.
Dari 41 kelurahan se Kota Bima, road show kali ini memasuki kelurahan ke 27.
Dengan tujuan agar seluruh masyarakat penerima manfaat jaminan sosial
mengetahui keberpihakan pemerintah kepada masyarakat.
"Seperti PKH, BPNT, BPJS gratis, lansia, disabilitas,
fakir miskin dan jaminan sosial lainnya semua diperhatikan oleh
pemerintah", ujar Yuli sapaannya.
Yuliana menyebut selain program-program jaminan sosial yang
sudah dipaparkan, dinas sosial juga menangani kebutuhan air bersih, bantuan
sosial bagi korban kebakaran dan bencana lainnya.
"Untuk jumlah penerima manfaat PKH sendiri sebanyak
9.443 orang se Kota Bima. Sementara di kelurahan Panggi tercatat 130 orang
penerima manfaat, baik yang menerima PKH maupun program bantuan pangan",
ucapnya.
Sementara Kepala DP3A Kota Bima, Yulianingsih menyampaikan
bahwa DP3A Kota Bima selalu berkolaborasi dengan dinas sosial terkait program
pemberdayaan perempuan, seperti membagi barang bantuan berupa alat jajanan
basah dan kering.
"Pengadaan bantuan pemberdayaan perempuan bagi ibu-ibu
berupa perlengkapan catering sebanyak 11 item merata di 41 kelurahan",
ujarnya.
Yulia menyebut pada tahun mendatang diharapkan kepada para
lurah agar mendata warganya yang akan memperoleh sejumlah bantuan. Terutama
bagi janda, wanita usia produktif dan remaja putus sekolah.
"Selain itu juga, ditiap kelurahan sudah terbentuk
satgas PPA. Fungsinya apabila terdapat kasus kekerasan tidak langsung ditangani
oleh pihak kepolisian. Bila ada kasus kekerasan segera lapor ke satgas PPA
kelurahan," tutupnya. [B-25]
Komentar