Camat Dompu, Adiansyah, SE saat diwawancarai Berita11.com di halaman Kantor Lurah Kandai Satu, Dok. Poris. Dompu, Berita11.com - Camat Dompu, Ardiansyah, SE menegaskan kepada masyarakat bahwa jika ditemukan pangkalan tempat penyaluran Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 Kilo Gram yang memberikan kios-kios untuk dijual secara eceran agar dilaporkan ke pemerintah Lurah atau Desa terdekat.
Penegasan itu disampaikan Adiansyah saat berkunjung ke Pemerintah Lurah Kandai Satu pada Rabu (6/9/2023) pagi, dalam rangka menindaklanjuti hasil RDPU antara DPRD Dompu dengan Distributor dan sejumlah elemen penting lainnya pada Selasa (5/9/2023) kemarin.
Menurut Ardiansyah, pangkalan merupakan penyaluran terakhir bagi barang bersubsidi, mengingat LPG 3 Kg milik negara yang disalurkan kepada penerima manfaat yakni Rumah Tangga, pemanfaatan untuk Pertanian, Nelayan dan Perindustrian UMKM.
"Bila mana ditemukan pangkalan yang nakal dengan menjual eceran ke kios-kios, masyarakat bisa laporkan ke Lurah atau Desa di sekitar, kemudian Lurah atau Desa menyampaikan ke distributor dan distributor akan memberikan sanksi tegas dengan memutuskan kontrak kerja dengan pengkalan tersebut agar ada efek jerah," tegas Camat Dompu.
Di samping itu, Ardiansyah meminta juga terhadap pemerintah Lurah atau Desa supaya aktif melakukan kontrol terkait persoalan yang selama ini menyita perhatian publik.
Kemudian, Ardiansyah juga meminta kepada pihak Lurah dan Desa agar secepatnya mengundang para pihak terutama para pangkalan tempat penyaluran gas Elpiji untuk membahas terkait persoalan tersebut.
"Saya meminta ke Lurah dan Desa untuk mengundang seluruh pangkalan untuk dibuatkan komitmen bersama, supaya kita pastikan bahwa seluruh barang subsidi ini disalurkan kepada sasaran yang tepat supaya tidak lagi masalah di lapangan," tandas mantan Kabag Prokopimda Dompu ini.
Ardiansyah menambahkan, terkait dengan HET atau harga tabung gas berisi 3 Kg bervariasi. Khusus di Kecamatan Dompu, Pajo dan Woja seharga Rp 15 ribu rupiah.
Sementara, Kecamatan Menggelewa, Kilo dan Kempo seharga Rp 15.750 rupiah sedangkan di Kecamatan Pekat seharga Rp 16.500 rupiah.
"Adanya perbedaan harga segitu, karena faktor transportasi dan yang ingin saya tekankan, karena ini barang negara yang bersifat penyaluran jadi tidak diperkenankan untuk dijual apalagi harga di atas HET," tandas Ardiansyah.
Di tempat yang sama, Lurah Kandai Satu melalui Sekertaris, Budi Subroto, SE menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Camat Dompu yang sudah berkunjung sekaligus memberikan arahan serta menginginkan tindakan tegas yang dilakukan oleh Pemerintah Lurah dan Desa.
"Kami berterimakasih kepada Camat Dompu karena sudah berkoordinasi dengan kami dan kami akan menindaklanjuti apa yang menjadi keinginan Camat Dompu, dengan mengundang para pangkalan tempat penyaluran gas elpiji yang ada di Kelurahan Kandai satu ini," ujar Seklur.
Dikatakannya, bahwa pemerintah Lurah Kandai Satu sebelumnya sudah mengetahui apa yang menjadi permasalahan terkait dengan kelangkaan gas LPG dan melonjaknya harga subsidi tersebut.
"Insya allah, sesegera mungkin kami akan mengundang untuk membahas dan mensosialisasikan terkait dengan kelangkaan gas elpiji maupun hasil RDPU kemarin," sambung Budi Subroto.
Masih di tempat yang sama, Babinsa Kelurahan Kandai Satu, Sertu Amril, mengatakan siap mengawainisi serta mengamankan proses penyaluran LPG hingga betul-betul sampai ke penerima manfaat yang sesungguhnya.
"Saya selaku Babinsa tentu ikut mengawasi serta mengontrol terkait kelangkaan dan melonjaknya harga LPG yang dikeluhkan warga ini," tegas Babinsa.
"Apabila ada pelanggaran yang tidak diberlakukan oleh pertamina atau pemerintah, masyarakat jangan mengambil tindakan yang melanggar hukum, bila perlu diambil gambarnya kemudian dilaporkan secara baik-baik agar kami menindak tegas," kata Babinsa lagi.
Disamping itu, Babinsa berjanji akan membantu apapun bentuk program Pemerintah Lurah Kandai Satu demi mewujudkan kesejahteraan warga binaan termasuk penyaluran gaa elpiji di Kelurahan Kandai Satu.
"Saya selaku Babinsa, akan membantu semua program pemerintah lurah semaksimal mungkin agar permasalahan ini dapat teratasi dengan baik, serta membantu masayarakat dalam kelangkaan gas elpiji ini," pungkasnya. [B-10]
Komentar