Meski Gugur karena Panitia Diduga tidak Fair, PS Tamsis Tetap jadi Public Champion -->

Iklan Semua Halaman

.

Meski Gugur karena Panitia Diduga tidak Fair, PS Tamsis Tetap jadi Public Champion

Tuesday, October 22, 2019
PS STKIP Tamsis saat Tampil pada Gubernur Cup di Lapangan Desa Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima.


Bima, Berita11.com Perjalanan Persatuan Sepak Bola (PS) Tamsis menuju juara harus tertahan dengan skor 1:2 dari  lawannya tim tuan rumah, PS Fazardit. Meski kalah, tim berkostum merah tersebut menglaim telah menjadi public champion. Faktor utama dari tersingkirnya PS Tamsis karena faktor kelelahan dan waktu istirahat antarpertandingan.

“Meski kalah, tapi PS Tamsis telah menjadi juara di hati masyarakat. Kekalahan PS Tamsis karena panitia tidak memberikan waktu istirahat yang agak lama, cuma satu hari. Setelah main Sabtu (19/10/2019) harus turun lagi hari ini (Senin, 21/10/2019). Sementara lawan istirahat tiga hari. Di sini letak tidak fair-nya panitia. Masa tunda satu hari dari jadwal tidak diberikan. Sementara tunda untuk kejuaraan lain diberikan,” tutur Manager Club PS Tamsis, Rusdin melalui sambungan Ponsel, Senin (21/10/2019).

Menyikapi waktu istirahat tersebut, pihaknya mengaku telah menghubungi panitia. Namun, panitia menyatakan tidak ada penundaan pertandingan, karena lapangan juga digunakan untuk kejuaraan lain.

“Ini yang menjadi masalah sehingga kami merasa dirugikan. Padahal menurut informasi yang kami dapat, pertandingan Gubernur Cup tinggal partai final dan tidak ada perebutan juara 3. Partai final pun menunggu jadwal gubernur dengan masa tunggu sampai tanggal 3 November,” sesal Rusdin.

Ditekankannya, kekalahan yang diderita pihaknya, lebih banyak karena faktor kelelahan. Dari menit awal hingga akhir, PS Tamsis banyak melakukan kesalahan, karena kurang fokus. 

“Termasuk gol bunuh diri di babak pertama. Sehingga permainan tim kami di babak kedua berlangsung kasar, karena sama-sama lelah. Wasit sepertinya lebih berat ke tuan rumah. Sangat mendukung tuan rumah, sehingga sangat menguntungkan tim lawan selaku tuan rumah,” ujarnya.

Kecurigaan Rusdin diakui bukan tanpa alasan. Karena event bergengsi Dena Gubernur Cup tersebut memang diinisiasi oleh Herman yang juga merupakan Manager PS Fazardit. Namun demikian, PS Tamsis telah menjadi juara di hati masyarakat.

“Karena pemain banyak dikasari, namun wasit tidak mengambil keputusan yang tepat. Sehingga memancing permainan yang berlangsung kasar. Melihat itu, masyarakat dan penonton banyak yang turut menyesalaninya,” pungkas Rusdin.

Senada dengan Rusdin, coach Mulyadi yang juga memiliki kepakaran di bidang perwasitan sepakbola menyatakan hal yang sama terkait waktu. Ia juga menggarisbawahi performa wasit yang dinilai kontroversi.

“Alasan panitia yang menyatakan semifinal tidak bisa diundur karena lapangan dipakai untuk event lain sangat menggelikan. Turnamen sekelas Gubernur Cup jelas harus diprioritaskan, bukan malah tergantung event lain. Ini akan bermuara pada kerugian dipihak kami,” katanya.

Lebih lanjut Mulyadi menyatakan, kinerja wasit yang memberikan injury time yang sangat singkat, padahal pertandingan sering dihentikan karena pemain banyak yang mendapatkan perawatan.


Selain itu, kedua tim masing-masing melakukan pergantian pemain secara maksimal yaitu 
tiga pergantian. Empat menit sangat tidak proporsional. Pelanggaran terhadap PS Tamsis sama sekali jarang dihiraukan. 

“Ini tidak sehat untuk olahraga. Meskipun kami kalah, tetapi kami tetap juara dihati masyarakat, karena semangat fair play dan sportifitas yang kami tunjukan. Apalagi dengan cara panitia mengatur jadwal seperti ini, semakin mengukuhkan kemenangan di hati masyarakat, khususnya pecinta sepakbola yang hadir di lapangan tadi,” katanya.

Untuk diketahui, pertandingan semifinal Gubernur Cup yang mempertemukan tuan rumah Fazardit vs Ps Tamsis Bima berakhir dengan anti klimaks. PS Tamsis yang di atas kertas difavoritkan untuk memenangi laga tersebut, akhirnya dipaksa tunduk dengan skor 2-1 untuk keunggulan tuan rumah. Semua gol tercipta di babak pertama, lewat pertandingan yang cukup sengit di stadion Dena Madapangga, Senin (21/10/2019).


Pada laga tersebut, PS Tamsis membuka keunggulan pada menit ke 23. Pemain nomor punggung 9 atas nama Hendri mencatatkan namanya di papan skor melalui sontekan indah depan mulut gawang Fazardit FC. Keunggulan PS Tamsis bertahan hingga mendekati akhir babak pertama, sebelum terjadi own goal di menit 42 oleh Il Capitano Satriawan yang salah mengantisipasi bola silang dari pemain lawan. Dua menit kemudian skor digandakan Fazardit FC melalui pemain nomor 19 yang memaksa kiper PS Tamsis memungut bola dari gawangnya. Skor identik bertahan hingga wasit meniup peluit panjang. [RD]

PERRHATIAN: Hati-hati penipuan mengatasnamakan Berita11.com/ PT Sebelas Cyber Media. Kerja sama/ iklan dan invoice resmi hanya yang ditandatangani Direktur PT Sebelas Cyber Media dan tercatat dalam sistem informasi (data base) perusahaan serta nomor nota tagihan yang teregistrasi dengan kode unik di sistem informasi perusahaan. Kami tidak bertanggung jawab atas nota tagihan (invoice) yang tidak tercatat maupun atas tagihan pajak terhadap invoice/kuitansi yang bukan dari perusahaan. Pembayaran tagihan iklan/ advetorial/ kerja sama yang sah melalui rekening perusahaan An. PT Sebelas Cyber Media.