![]() |
| Proses Pembuatan Putir Mani, Menu Berbuka Khas Desa Bajo. Foto Anas Berita11.com |
Bima,
Berita11.com— Desa Bajo Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima memiliki menu khas
untuk berbuka puasa, yaitu putir mani. Makanan yang terbuat dari tepung beras
dan air gula merah yang sudah dimasak.
Putir mani
menjadi pelengkap menu berbuka puasa bagi masyarakat Desa Bajo sejak puluhan
tahun lalu. Selain dibuat orang warga tertentu di desa setempat, putir mani
biasa dijual keliling kampung ketika puasa.
Warga Desa
Bajo Sumarni mengatakan, putir mani pertama kali dibuat oleh sejumlah orang tua
di desa setempat tahun 1960-an. Awalnya putir mani hanya dibuat untuk keluarga
dan tidak dijual keliling kampung seperti saat ini.
“Tapi sejak
sekitar tahun 2.000 putir mani mulai dibikin untuk dijual juga,” katanya kepada
Berita11.com di Bajo, Senin (12/6/2017)
Selain rasa
yang kenyal dan gurih, putir mani memiliki rasa yang manis sehingga cocok
sebagai menu berbuka puasa. Menurut Sumarni, biasanya proses pembuatan putir
mani dilakukan pagi hari diawali mencampurkan adonan tepung beras dengan air,
kemudian menambahkannya dengan sedikit kapur sirih. Kemudian dimasak
menggunakan panci. Selama proses memasak, adonan harus diaduk hingga hampir
mengering.
Setelah matang,
adonan kemudian dicampur dengan kocokan telur, kemudian digoreng sebelum
dicampur dengan rebusan air gula merah.
Sumarni
mengatakan, hampir sebagian besar warga Desa Bajo masih terbiasa berbuka
menggunakan putir mani untuk melengkapi menu berbuka puasa. (AN)
Komentar