![]() |
| Bupati Bima Hj. Indah Damayanti Putri saat Memimpin Upacara Hardiknas 2017 |
Bima, Berita11.com— Beberapa tahun terakhir pemerintah fokus
membangun pendidikan karakter melalui seluruh tingkatan pendidikan. Kini fokus
lain pemerintah yaitu mewujudkan percepatan pendidikan yang merata dan
berkualitas. Hal tersebut disampaikan Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri
saat menjadi Inspektur upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), 2 Mei 2017
di halaman kantor Bupati Bima, di Dusun Godo Kecamatan Woha.
Bupati IDP berharap seluruh stake holder pendidikan di Kabupaten
Bima berperan aktif mewujdukan pendidikan karakter dan mendorong percepatan
pendidikan berkualitas sehingga merata dan bisa diakses oleh masyarakat luas.
“Mari resapi
dan renungi tema tersebut. Kemudian wujudkan, karena dengan begitu maka seluruh
lapisan masyarakat dapat menjangkau layanan pendidikan yang berkualitas,” ujar
Bupati IDP.
Menurut
Bupati, keberhasilan pembangunan
pendidikan tidak pernah lepas dari tokoh fundamental atau bapak Pendidikan
Nasional yaitu sosok Ki Hajar Dewantara. Peran toko tersebut sangat besar
berupa gagasan dalam menewarang masa depan generasi dan menjadi acuan
pembangunan pendidikan nasional.
“Hardiknas
didasarkan atas hari kelahirannya Ki Hajar Dewantara dan telah disepakati
sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Peran
Ki Hadjar Dewantara pada awal perintisan pendidikan nasional memang sangat
besar,” ujar Bupati IDP.
Diharapkan
melalui pendidikan berkualitas dan akses pendidikan yang merata, maka ihtiar
mewujudkan kehidupan berbangsa yang cerdas dapat diwujudkan seperti amanat
Undang-Undang Dasar 1945. Konsep pendidikan karakter diharapkan menjadi ruh
pendidikan nasional yang dimulai dari satuan pendidikan dasar.
Konsep pendidikan
karakter tersebut diharapkan berlanjut pada tingkat pendidikan menengah. Setiap
pelajar diharapkan dapat mengaktualisasi potensi dengan memiliki keterampilan
dan keahlian.
Berbagai
konsep dan upaya itu memerlukan penyatuan dan pembaharuan antara bidang
kebudayaan dengan pendidikan. Demikian juga pemanfaatan sumber belajar di
kelas, lingkungan sekolah, dan luar lingkungan sekolah sehingga proses
pembelajaran tidak terkotak-kotak, tersekat, tertutup dan jomplang melainkan
terbuka, luwes dan leluasa.
Bupati IDP
menyatakan, reformasi pendidikan nasional merupakan proses jangka panjang. Bukan
sesaat yang terwujud pada jangka pendek. Untuk itu, perlu dilaksanakan secara
sistimatis, prosedural dan bertahap. Dukungan dan partisipasi konstukrif semua
jajaran pelaksana pendidikan pemangku kepentingan serta seluruh elemen
masyarakat merupakan hal yang penting.
Diharapkannya,
hasil reformasi pendidikan nasional berbuah manis membuat seluruh warga Indonesia
lega, termasuk masyarakat Kabupaten Bima. (AG)
Komentar